Jasa Pasang Penangkal Petir, Konvensional & Radius == SEGERA HUBUNGI KAMI Phone 021 - 631 2000, 862 5259 Mobile / WA 087886949021== MELAYANI Se Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi

Monthly Archives: July 2017

Penangkal Petir Elektrostatis / Radius

Penangkal petir elektrostatis merupakan penangkal petir modern dengan menggunakan sistem E.S.E ( Early Streamer Emision ), yang bekerja secara aktif dengan cara melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadi sambaran petir. Pelepasan ion ke lapisan udara secara otomatis akan membuat sebuah  jalan untuk menuntun petir agar selalu memilih ujung terminal penangkal petir elektrostatis ini dari pada area sekitarnya. Dengan sistem E.S.E ini akan meningkatkan area perlindungan yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional.
Untuk penangkal petir elektrostatis jenis ini akan memiliki radius perlindungan yang lebih besar dan berbentuk seperti Payung, kemampuan radius ini di hasilkan dari penyerapan energi yang disebabkan oleh awan hujan oleh unit ini. Kedua jenis penangkal petir tersebut bisa di pasang dan diaplikasikan dimana saja, tergantung dari kebutuhan dari sebuah bangunan dan tergantung keefektifannya.
Untuk bangunan dengan area yang tidak begitu luas/sempit (rumah tinggal) pemasangan penangkal petir konvensional sistem Faraday atau franklin cone (jalur tunggal) sudah memadai tetapi untuk bangunan yang mempunyai area yang cukup luas misalnya seperti gedung pada kawasan industri, daerah perkebunan, padang Golf. pemasangan jenis Elektrostatis  system sangatlah ideal dan cocok untuk bangunan seperti ini.
Prinsip kerja penangkal petir elektrostatis mengadopsi sebagian system penangkal petir Radioaktif, yakni menambah muatan pada ujung finial / splitzen agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar. Perbedaan dari sistem Radioaktif dan Elektrostatis ada pada energi yang dipakai. Untuk penangkal petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat beradiasi sedangkan pada penangkal petir Elektrostatis energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi.
1.      Tidak banyak membutuhkan komponen maupun kabel
2.      Area perlindungan lebih luas antara 50-150 m
3.      Lebih murah untuk area perlindungan yang luas
4.      Pada umumnya hanya membutuhkan 1 arde.
5.      Hanya membutuhkan 1 air terminal untuk radius tertentu.
6.      Perawatan dan pemasangan pada bangunan yang mudah.Merupakan pilihan yang tepat dan tidak mengganggu estetika bangunan anda.
7.      Bertindak sebagai pencegah interferensi perangkat komunikasi anda.
8.   Lebih aman bagi pekerja yang akan melakukan perawatan.
Jenis Bangunan yang perlu diberi perlindungan penangkal petir :
1. Bangunan tinggi seperti rumah bertingkat, gedung bertingkat, menara dan cerobong pabrik.
2. Bangunan penyimpanan bahan mudah meledak atau terbakar, misalnya pabrik amunisi, gudang bahan kimia.
3. Bangunan untuk kepentingan umum seperti gedung sekolah, stasiun, bandara dan sebagainya.
4. Bangunan yang mempunyai fungsi khusus dan nilai estetika misalnya museum, gedung arsip negara.
 
Besarnya kebutuhan suatu bangunan akan suatu instalasi proteksi petir ditentukan oleh besarnya kemungkinan kerusakan serta bahaya yang terjadi jika bangunan tersebut tersambar petir. Berdasarkan Peraturan umum Instalasi penangkal petir besarnya kebutuhan bangunan tersebut akan system proteksi petir.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Air Terminal ( Head ) Penangkal Petir Modern

Air terminal atau head penangkal petir adalah bagian penangkal petir yang berhubungan langsung dengan sambaran petir. Terdiri dari 2 jenis, yaitu konvensional dan modern. Pada artikel ini kita bahas hanya penangkal petir modern saja karena lebih aman dibanding konvensional.

PENANGKAL PETIR MODERN

Beberapa merek penangkal petir modern dari pabrikan lokal antara lain : KURN, VIKING, THOMAS, GENT, UFO, NEOFLASH. 

Di sini kita bahas salah satu merek saja, yaitu KURN, karena cukup banyak yang menggunakan dan harganya lebih murah dibanding yang lain. Tapi perlu diwaspadai terhadap produk bajakan!

KURN R85 dan KURN R150 adalah produk asli buatan INDONESIA dengan Patent No. 438333. Penangkal Petir ini menggunakan teknologi E.S.E ( Early Streamer Emission ) yang berfungsi mengantisipasi secara dini sambaran petir dengan aktif-reaktif sesuai E.S.E. dengan radius proteksi hingga 150 meter. Dilengkapi dengan connecting Sleve sebagai isolator sehingga membuat arus petir tidak menyambar tiang penangkal petir.

 

Tersedia dalam 2 tipe:
1. Kurn R85 berat 2.4 kg, radius proteksi maksimal 85 meter
2. Kurn R150 berat 2.7 kg, radius proteksi maksimal 150 meter, tergantung dari tinggi pemasangan

KURN yang di pasaran antara lain :

KURN R85 Box Hitam Rp. 5.500.000,-
KURN R85 Box Coklat RP. 4.500.000,-
KURN R150 Box Hitam  Rp 7.500.000,-
KURN R150 Box Coklat  Rp 5.500.000,-

(Harga di atas hanya acuan)

Dus warna coklat dan koper warna hitam. Keduanya berbeda harga lumayan jauh. Saya tanyakan ke Distributornya, katanya keduanya berbeda pabrikan meski mereknya sama. Ya mungkin tujuannya untuk menyediakan paket ekonomis.

Penangkal petir Kurn merupakan sebuah alat penangkal petir radius yang didesain untuk menciptakan medan ionisasi pada sekeliling area ( teknologi elektrostatis). Setiap pelepasan medan ionisasi ke awan akan mampu menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah, sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar (down conductor dan grounding).

Pada aliran arus muatan yang tercipta secara terus-menerus memungkinkan berkurangnya kejadian sambaran petir. Kurn terminal mampu bekerja untuk menciptakan medan statik terhadap perbedaan muatan melalui Corona Effect yang keluar pada head terminal. Melalui pelepasan ion positif pada kurn terminal, mampu membentuk sudut perlindungan terhadap area yang cukup luas (hingga 150 meter).

Perbedaan potensial pada awan dan bumi dapat menghasilkan arus uatan yang cukup besar pada KURN terminal, sehingga pada saat tertentu akan terjadi daya tarik muatan terhadap muatan awan yang kemudian dikonsentrasikan pada titik sambaran Head Copper Terminal dan disalurkan melalui penghantar ke ground/bumi. Kurn Lightning Protection diciptakan atas dasar pengembangan Franklin Rod melalui riset yang panjang dan akurat.

Untuk air terminal dengan merek KURN memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Memiliki dua varian tipe, yaitu R.85 dan R.150.
  • Memiliki diameter sebesar 7,5 cm.
  • Untuk berat air terminal tidak lebih dari 2,7 Kg.
  • Pemasangan minimal 3 meter di atas level tertinggi.
  • Radius proteksi maksimal 85 meter untuk tipe R.85 dan 150 meter untuk tipe R.150.
  • Pabrik pembuat dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Keunggulan Penangkal Petir Kurn :
1. Sudah Teruji Di Lab LMK ( Lambang Mutu & Kesesuaian) PLN.
2. Terbuat Dari Bahan Yang Kokoh Dan Ringan
3. Memiliki Jangkauan Luas
4. Mempunyai Nilai Estetika Yang Rapi Dibanding Penangkal Petir Konvensional
5. Bisa Di Instalasi Yang Dengan Mudah
6. Kurn Mempunyai Harga Yang Terjangkau

POSISI PEMASANGAN

Untuk cara menyambung kabel BC atau NYY ke KURN caranya adalah dengan digencet. Pertama kabel dimasukkan ke dalam kurn, lalu digencet dengan menggunakan tang atau dipukul dengan palu. Silahkan lihat cara pemasangannya di video di bawah ini :

 

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Tiang Penyangga Penangkal Petir

Tiang penyangga Penangkal Petir atau Ujung Penangkal Petir perlu batang Penegak agar berposisi lebih tinggi dari sekitarnya bermanfaat memfokuskan (mengarahkan) sambaran petir kedalam satu titik tuju semakin tinggi tiang penyangga penangkal petir semakin besar radius cover yang diperoleh. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi efek sambaran petir yang timbul. Terdapat beberapa jenis konstruksi yang bisa digunakan antara lain :

 

Tiang Mono Pole/ Tiang Tunggal PENANGKAL PETIR

Tiang PENANGKAL PETIR Tower Triangle / Fourangle

Tiang PENANGKAL PETIR Di Atas Bangunan / Gedung

 

1. TIANG MONO POLE / TIANG TUNGGAL PENANGKAL PETIR

 

 

Tiang Mono Pole atau Tiang Tunggal PENANGKAL PETIR bisa digunakan sebagai pilihan konstruksi tiang penyangga Penangkal Petir, bentuk dari Konstruksi ini sangat ideal untuk pengamanan daerah yang berkontur (berbukit) atau ber areal luas. Misal lapangan Golf, Areal Pertambangan, Perkebunan, Cluster dan Persawahan atau pula tempat yang membutuhkan penetrallan sambaran petir yakni.

 

2. TIANG PENANGKAL PETIR TRIANGLE

 

 

Tiang Penangkal Petir Triangle adalah Jenis menara yang dirancang ringan, lentur dan bongkar pasang (Knock down) dengan sifat konstruksi semi permanen dengan usia layak pakai dari menara ini relatif panjang, kisaran 10 tahun dan bisa lebih tergantung dari perawatannya. Kelebihan dari jenis menara triangle ini adalah murah dan cepat pemasangannya.

 

3. TIANG PENYANGGA DI ATAS BANGUNAN / GEDUNG

 

 

Setiap instalasi PENANGKAL PETIR selalu membutuhkan tiang penyangga minimal 3 meter dari level tertinggi bangunan, berfungsi menaikkan di tinggi ideal sebuah unit Terminal Penerima petir agar didapatkan posisi lapang dan terbuka agar mendapatkan radius perlindungan yang optimal.

 

Fungsi Tiang Penyangga PENANGKAL PETIR

 

Tiang / penyangga ini adalah batang penegak yang berfungsi sebagai media menempatkan dan menaikkan posisi head terminal PENANGKAL PETIR agar mendapatkan level yang tinggi, sedangkan level ketinggian penangkal petir sangat berarti untuk mendapatkan radius proteksi yang lebih besar. Semakin tinggi posisi maka secara otomatis kemampuan proteksi terhadap sambaran petir semakin besar, meskipun dari head terminal elektrostatik yang dipasang juga mempunyai spesifikasi radius proteksi perlindungan yang optimum.

 

Material yang dapat digunakan besi atau pun stailesteel bisa berbentuk  Pipa, Pipa Hexagon, atau kerangka batang. Sangat tergantung dari kebutuhan kontruksi dibangunan tersebut. Pemanfaatan ganda dari sebuah tiang penyangga PENANGKAL PETIR juga bisa dilakukan semisal juga digunakan sebagai Antena komunikasi, bisa juga asal mengikuti standart teknis pemasanga PENANGKAL PETIR.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Cara Memasang Penangkal Petir Yang Benar

 

Cara memasang penangkal petir yang benar harus diketahui terutama oleh teknisi penangkal petir. Walaupun sebenarnya andapun sebaiknya juga mengetahuinya cara pasang penangkal petir jika anda termasuk yang berkepentingan dengan anti petir. Walaupun sebenarnya, Anda dapat menyerahkan cara pemasangan penangkal petir ini pada jasa profesional pemasangan penangkal petir bersertifikat yang akan menjamin cara kerja penangkal petir secara tepat. Tetapi, dengan anda mengetahui cara memasang penangkal petir yang benar, anda dapat ikut mengawasi jika ada hal-hal yang tidak tepat dan menyelamatkan aset-aset anda

Bagian-Bagian Penangkal Petir

Sebelum tahu cara memasang penangkal petir yang benar, Anda harus tahu bagian-bagian dari sistem penangkal petir terlebih dahulu. Ada 3 bagian utama dari sistem penangkal petir ini, yaitu:

  1. Grounding sistem sebagai penyalur arus petir ke dalam tanah
  2. Kabel penyalur
  3. Ujung penangkal petir

Pembuatan penangkal petir instalasi Grounding

Langkah pertama dalam cara memasang penangkal petir yang benar adalah membangun grounding system. Hal ini perlu dilakukan pertama karena berhubungan dengan faktor keamanan dan kemudahan dalam membuat sistem penangkal petir. Untuk membangun grounding yang baik anda membutuhkan alat earth testemeter yang digunakan untuk melihat berapa besar nilai tahanan tanahnya. Pilihlah tempat pembumian yang memungkinkan mengambil jarak terdekat dengan pemasangan penangkal petir di atas bangunan, jika memungkinkan. Beberapa tanah yang memiliki kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi dan atau kandungan keasaman tinggi biasanya nilai tahanannya cenderung lebih rendah. Jika nilai tahanan tanahnya rendah maka kebutuhan terhadap batang Rod tembaga juga makin sedikit.

Setelah Anda menemukan lokasi tempat pembumian yang baik, tahap selanjutnya pada cara memasang penangkal petir yang benar ini adalah membuat instalasi penangkal petir bagian groundingnya. Adapun bahan yang dibutuhkan adalah material grounding dari bahan Tembaga, Galvanise atau Stainless. Material tersebut ditancapkan ke dalam tanah pada lokasi penangkal petir instalasi grounding yang sudah dipilih. Selanjutnya ukur pula resistansi tanah dan hasilnya harus lebih kecil dari 5 Ohm. Bahkan jasa pemasangan penangkal petir professional seperti ANEKA ANTENA PETIR terbiasa dengan etos kerja berstandar tinggi, dan membuat instalasi grounding hanya memiliki tahanan di bawah 2 ohm saja. Jika standar yang diinginkan belum tercapai, anda harus menambahkan batang konduktor yang ditanam di dalam tanah secara parallel dan mengukur kembali nilai tahanan tanahnya hingga nilai yang diinginkan. Anda mungkin perlu melakukan pengeboran untuk menanam konduktor dari grounding system ini. Bahkan, Anda perlu mengebor hingga kedalaman 6 meter untuk membuat grounding yang baik hingga nilai standar pada cara memasang penangkal petir yang benar tercapai.

Kabel Down Conductor

Berikutnya adalah cara memasang penangkal petir yang benar untuk bagian pemasangan kabel konduktor. Anda dapat menggunakan kabel coaxial atau kabel BC (Bare Cooper)Langkah pertama adalah mendesain jalur dari kabel. Anda dapat memulainya dari grounding hingga ke ujung penangkal petir. Pastikan, dalam jalur kabel, tidak ada atau hanya sedikit jalur yang membentuk sudut dan usahakan kurang dari 90 derajat. Hal ini untuk menghindari terjadinya Side Flashing atau lompatan muatan listrik pada bangunan dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan.

Selain cara memasang penangkal petir yang benar juga pemilihan perangkat penangkal petir maupun kabelnya juga harus tepat sehingga cara kerja alat penangkal petir dapat maksimal. Gunakan kabel dengan ukuran minimal 50 mm dan sudah mendapatkan SNI.

Ujung Penangkal Petir (head terminal atau spitzen)

Cara memasang penangkal petir yang benar selanjutnya adalah pemasangan ujung penangkal petir. Pilih posisi yang paling tinggi pada bangunan untuk hasil yang paling baik. Pada instalasi penangkal petir konvensional, teknisi sebaiknya dapat memperkirakan dimana letak sambaran petir untuk menentukan posisi spitzen yang berbentuk seperti tombak itu. Setelah itu, sambungkan dengan kabel penghantar. Pastikan, sambungan dengan kabel ini kuat dan dapat menghantarkan listrik dengan baik.

Banyak masalah terjadi karena penyambungan antara kabel dan ujung penangkal yang tidak sesuai dengan cara memasang penangkal petir yang benar. Hal ini dapat merusak penangkal petir itu sendiri, serta membahayakan bangunan atau rumah yang dipasang penangkal petir ini.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Cara Pemasangan Instalasi Grounding System Penangkal Petir

Sistem pembumian penangkal petir (grounding system) adalah suatu rangkaian instalasi yang tertanam di dalam tanah dan berfungsi untuk melepaskan arus petir ke dalam bumi atau membuang arus berlebih pada instalasi listrik. Tingkat kehandalan sebuah grounding ada di nilai konduktivitas logam terhadap tanah yang berhubungan secara langsung atau logam tertanam. Semakin konduktif tanah terhadap benda logam, maka semakin baik.

Grounding diukur nilainya dengan OHM. Alat pengukurnya menggunakan Earth Ground Tester. Nilai standar mengacu pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik atau PUIL 2000 (peraturan yang sesuai dan berlaku hingga saat ini) yaitu kurang dari atau sama dengan 5 (lima) ohm. Dijelaskan bahwa nilai sebesar 5 ohm merupakan nilai maksimal atau batas tertinggi dari hasil resistan pembumian (grounding) yang masih bisa ditoleransi. Nilai yang berada pada range 0 ohm – 5 ohm adalah nilai aman dari suatu instalasi pembumian / grounding. Nilai tersebut berlaku untuk seluruh sistem dan instalasi yang terdapat pembumian (grounding) di dalamnya.

Untuk membuat instalasi pembumian (grounding) dengan nilai resistan pembumian yang sesuai peraturan, bisa dilakukan dengan beberapa teknik. Beberapa teknik pendekatan di antaranya yaitu : memparalel, menambah kedalaman atau memperbesar luas penampang hataran. Dengan melakukan salah satu atau ketiga tehnik tersebut, sehingga dapat memperoleh hasil yang diharapkan. Terdapat banyak cara untuk mendapatkan hasil nilai resistan pembumian (grounding) yang standar, tetapi diharapkan melakukan cara yang sesuai (legal) dan tidak mengandung unsur non legal yang dapat merugikan untuk kedepannya.

Harus anda ketahui dahulu bahwa pembumian yang baik atau yang benar-benar efektif mempunyai nilai dibawah 1 Ohm, namun itu semua bisa dicapai dengan kondisi tanah yang agak lembab. Kalau tanah ini kering atau gersang atau bahkan berpasir, maka akan berbeda lagi nilainya. Itulah mengapa kita sering menjumpai sistem pentanahan yang digali sangat dalam, hal itu untuk mencari kondisi tanah yang baik dan mencari nilai grounding dibawah 1 ohm.

 

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Sistem Pembumian (Grounding System)


Tabel di atas hanya dapat digunakan sebagai pedoman karena tanah memiliki lapisan dan jarang yang sama (homogen). Maka dari itu, nilai tahanannya akan sangat berbeda-beda.

Untuk mencapai nilai tahanan sebaran tersebut, tidak semua daerah bisa terpenuhi karena ada beberapa aspek yang mempengaruhinya, yaitu:

1. Kadar air

Bila air tanah dangkal/penghujan, maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan, sebab sela-sela tanah mengandung cukup air bahkan berlebih, sehingga konduktivitas tanah akan semakin baik.

2. Mineral/garam

Kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan sebaran/resistansi karena semakin berlogam dan bermineral tinggi, maka tanah semakin mudah menghantarkan listrik. Daerah pantai kebanyakan memenuhi ciri khas kandungan mineral dan garam tinggi, sehingga tanah sekitar pantai akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan tahanan tanah yang rendah.

3. Derajat keasaman

Semakin asam (PH rendah atau PH<7) tanah, maka arus listrik semakin mudah dihantarkan. Begitu pula sebaliknya, semakin basa (PH tinggi atau PH >7) tanah, maka arus listrik sulit dihantarkan. Ciri tanah dengan PH tinggi: biasanya berwarna terang, misalnya Bukit Kapur.

4. Tekstur tanah

Untuk daerah yang bertekstur pasir dan berpori (porous) akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena jenis tanah seperti ini air dan mineral akan mudah hanyut dan tanah mudah kering.

Jadi kondisi tanah yang bagus untuk grounding adalah : tanah liat (persawahan/ladang), tanah rawa. Untuk mengkondisikan agar tanah selalu lembab, bisa dengan menambahkan tanah humus, garam dan areng ke sekitar elektroda yang ditanam.

 

Berbagai Bentuk Sistem Pembumian (Grounding System)

Ukuran kabel standar minimal untuk penyalur arus petir adalah 50mm, baik BCC maupun NYY.

%image_alt%

Sistem pembumian dapat dibuat dalam 4 bentuk, di antaranya:

1. Single Grounding Rod (Batang Grounding Tunggal)

Gambar 1. Single Rod Grounding

Grounding system yang hanya terdiri atas satu buah titik penancapan batang (rod) pelepas arus atau ground rod di dalam tanah dengan kedalaman tertentu (misalnya 6 meter). Untuk daerah yang memiliki karakteristik tanah yang konduktif, biasanya mudah untuk didapatkan tahanan sebaran tanah di bawah 5 ohm dengan satu buah ground rod. Untuk mendapatkan tahanan di bawah 0,5 Ohm, berarti perlu berapa grounding rod ?

2. Paralel Grounding Rod (multiple grounding rod)

Gambar 2. Paralel Rod Grounding

Jika sistem single grounding rod masih mendapatkan hasil kurang baik (nilai tahanan sebaran >5 ohm), maka perlu ditambahkan ground rod ke dalam tanah yang jarak antar batang minimal 3 meter dan dihubungkan dengan kabel BC/BCC. Semakin jauh jarak antar ground rod, maka akan semakin bagus untuk fail over jika salah satu ground rod tidak berfungsi. Penambahan ground rod dapat juga ditanam mendatar dengan kedalaman tertentu, bisa mengelilingi bangunan membentuk cincin atau cakar ayam. Kedua teknik ini bisa diterapkan secara bersamaan dengan acuan tahanan sebaran/resistansi kurang dari 5 ohm setelah pengukuran dengan earth ground tester.

3. Multi Grounding System (maximal grounding) 

Gambar 3. Multi Grounding System

Atau juga yang disebut dengan anyaman grounding (grounding mesh), merupakan anyaman kawat tembaga (BC) yang saling terhubung satu dengan yang lain.

4. Pelat Grounding (grounding plate)

Yaitu menggunakan plat tembaga yang ditanam di dalam tanah.

 

Bila didapati kondisi tanah yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. kering atau air tanah dalam
  2. kandungan logam sedikit
  3. basa (berkapur)
  4. pasir dan berpori (porous).

maka penggunaan 2 cara pertama akan sulit dan besar kemungkinan gagal untuk mendapatkan resistansi kecil. Maka dari itu, teknis yang digunakan adalah dengan cara penggantian tanah dengan tanah yang mempunyai sifat menyimpan air atau tanah yang kandungan mineral garam dapat menghantar listrik dengan baik. Misalnya : tanah liat, tanah humus. Lalu Ground rod ditancapkan pada daerah titik logam dan di kisaran kabel penghubung antar ground rod-nya. Tanah humus, tanah dari kotoran ternak, dan tanah liat sawah cukup memenuhi standar hantar tanah yang baik. Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut.

  • Letak titik ground rod dibor dengan lebar kisaran 5 cm atau lebih.
  • Kemudian, diisi dengan tanah humus sampai penuh. Bisa juga ditambah dengan arang dan garam agar tetap lembab.
  • Kemudian, diisi air.
  • Kemudian, ground rod dimasukkan.
  • Parit penghubung antar ground rod yang sudah terpasang kabel penghubung (BC) ditimbun kembali dengan tanah humus (tanah kotoran hewan / sapi).
  • Semakin jauh jarak antar titik akan semakin bagus (> 6 meter). Jika memungkinankan, hubungkan kabel BC antar titik membentuk jala-jala.
  • Hubungkan kabel BC antar titik dan dengan ground rod menggunakan LAS KUNINGAN / LAS TEMBAGA. Anda bisa meminta bantuan tukang las untuk hal ini (harganya memang lumayan mahal, tapi lebih bagus hasilnya dibanding menggunakan mur besi yang bisa karatan sehingga menaikkan tahanan).

Untuk jenis tanah yang sama, tahanan jenisnya dipengaruhi oleh kedalamannya. Makin dalam letaknya, umumnya makin kecil tahanan jenisnya, karena komposisinya makin padat dan umumnya juga lebih basah. Oleh karena itu, dalam memasang batang grounding, makin dalam pemasangannya akan makin baik hasilnya dalam arti akan didapat tahanan grounding yang makin rendah.

 

Beberapa Variabel yang Memengaruhi Sistem Pembumian (Grounding System) berdasarkan NEC Code (1987, 250-83-3)

Ada beberapa variabel yang dapat memengaruhi performa grounding system pada jaringan listrik. Salah satu yang menjadi acuan, yaitu NEC code (1987, 250-83-3), mensyaratkan panjang elektroda grounding system minimum 2,5 meter (8 kaki) dihubungkan dengan tanah. Ada empat variabel yang mempengaruhi tahanan grounding system. Adapun empat variabel tersebut adalah sebagai berikut.

1. Panjang/Kedalaman Elektroda

Satu cara yang sangat efektif untuk menurunkan tahanan tanah adalah memperdalam elektroda. Tanah tidak tetap tahanannya dan tidak dapat diprediksi. Maka dari itu, ketika memasang elektroda, elektroda berada di bawah garis beku (frosting line). Ini dilakukan sehingga tahanan tanah tidak akan dipengaruhi oleh pembekuan tanah di sekitarnya. Secara umum, menggandakan panjang elektroda bisa mengurangi tingkat tahanan 40%.
Ada kejadian-kejadian di mana secara fisik tidak mungkin dilakukan pendalaman batang elektroda di daerah-daerah yang terdiri atas batu, granit, dan sebagainya. Dalam keadaan demikian, metode alternatif yang dapat digunakan adalah grounding cement.

Jika tahanan pada masing-masing ground rod belum mencapai kurang dari 5 ohm, maka harus ditambah panjangnya hingga mencapai air. Anda bisa menggunakan jasa pengeboran untuk proses ini, karena kadang butuh kedalaman 12 meter untuk mencapai air di bawah tanah.

Harga ground rod yang terbuat dari batang tembaga full cukup mahal, sekitar 800 ribu untuk 6 meter. Untuk menghemat, Anda bisa menggunakan pipa besi galvanis dengan panjang 6 – 18 meter (1-3 pipa), lalu dililit dengan kabel BC sepanjang minimal 60 cm. Semakin panjang lilitannya, akan semakin bagus kontaknya dengan tanah, sehingga semakin bagus pula tahanannya.

2. Diameter Elektroda

Menambah diameter elektroda berpengaruh sangat kecil dalam menurunkan tahanan. Misalnya, bila diameter elektroda digandakan, maka tahanan grounding system hanya menurun sebesar 10%. Jadi mendingan memperpanjang elektroda.

3. Jumlah Elektroda

Cara lain menurunkan tahanan tanah adalah dengan menggunakan banyak elektroda. Dalam desain ini, lebih dari satu elektroda yang dimasukkan ke dalam tanah dan dihubungkan secara paralel untuk mendapatkan tahanan yang lebih rendah. Agar penambahan elektroda efektif, jarak batang tambahan setidaknya harus sama dalamnya dengan batang yang ditanam. Tanpa pengaturan jarak elektroda yang tepat, bidang pengaruhnya akan berpotongan dan tahanan tidak akan menurun. Untuk membantu dalam memasang batang grounding system yang akan memenuhi kebutuhan tahanan tertentu, maka dapat menggunakan tabel tahanan grounding system di bawah ini.

4. Desain

Grounding system sederhana terdiri atas satu elektroda yang dimasukkan ke dalam tanah. Penggunaan satu elektroda adalah hal yang umum dilakukan dalam pembuatan grounding system dan bisa ditemukan di luar rumah atau tempat usaha perorangan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Ada pula grounding system kompleks terdiri atas banyak batang pentanahan yang terhubung, jaringan bertautan atau kisi-kisi, plat tanah, dan loop tanah. Sistem-sistem ini dipasang secara khusus di substasiun pembangkit listrik, kantor pusat, dan tempat-tempat menara seluler. Jaringan kompleks meningkatkan secara dramatis jumlah kontak dengan tanah sekitarnya dan menurunkan tahanan tanah.

 

Cara Pemasangan Elektroda (Ground rod)

Untuk tanah yang teksturnya lembut, Anda bisa menggunakan air untuk mempermudah memasukkan elektroda, kemudian dipukul-pukul ataupun menggunakan mesin hammer drill. Sedang untuk tanah yang keras, Anda bisa meminta bantuan tukang bor agar bisa tembus sampai didapat permukaan air di dalam tanah.

Kemudian buat bak terminal yang berfungsi untuk menghubungkan antara grounding dengan bus bar grounding.

 

Alat dan Material Bantu dalam Sistem Pembumian (Grounding System)

1. Alat Ukur Resistansi / Earth Ground Tester
Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui hasil dari resistans atau tahanan grounding system pada sebuah instalasi penangkal petir yang telah terpasang. Alat ukur ini digital, sehingga hasil yang ditunjukan memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. Diketahui bahwa pihak Dinas Tenaga Kerja (disnaker) juga menggunakan alat ini untuk mengukur resistansi, sehingga pengukuran oleh pihak kontraktor sama dengan hasil pengukuran pihak disnaker.

 

 

%image_alt%

 

2. Bus Bar Grounding (Terminal)
Alat ini digunakan sebagai titik temu antara kabel penyalur petir dengan kabel grounding. Biasanya terbuat dari plat tembaga atau logam yang berfungsi sebagai konduktor, sehingga kualitas dan fungsi instalasi penangkal petir yang terpasang dapat terjamin. Pilih Copper Bar yang TEBAL, jangan yang TIPIS). 

 

Jadi dengan menggunakan Bus Bar atau Copper Bar, Anda bisa membuat COMMON GROUNDING SYSTEM. Maksudnya adalah Anda tidak perlu membuat grounding untuk masing-masing peralatan, tapi Anda bisa menggunakan 1 grounding untuk semua peralatan. Misal kabel down penangkal petir, kabel BC dari grounding, kabel ground dari listrik PLN, kabel ground dari pemancar, kabel ground dari arrester LAN, kabel ground dari kabel kabel antena dll. Istilah lainnya untuk hal ini disebut dengan BONDING (ikatan/mempersatukan). Bonding ke grounding system yang sama telah digunakan secara luas untuk memastikan bahwa semua konduktor (orang, permukaan dan peralatan) berada pada potensial listrik yang sama. Ketika semua konduktor berada pada potensial yang sama, maka tidak akan terjadi loncatan arus listrik.

Air, deposit kalsium dan korosi adalah masalah yang sering terjadi pada bus bar grounding full tembaga. Hal ini harus mendapat perhatian agar sistem penangkal petir tetap berfungsi maksimal 

 

3. Copper Butter Connector

Alat ini digunakan untuk menyambung antar kabel atau kabel dengan Bus bar grounding. Biasanya kabel yang disambung pada instalasi penangkal petir adalah kabel grounding system, karena kabel penyalur pada penangkal petir tidak boleh terputus atau tidak boleh ada sambungan. Setelah kabel tersambung oleh alat ini tentunya harus diperkuat dengan isolasi sehingga daya rekat dan kualitas sambungannya dapat terjaga dengan baik. Penyambungan kabel instalasi penyalur petir konvensional umumnya menggunakan alat ini, karena pada penangkal petir konvensional jalur kabel terbuka hanya dilindungi oleh tingkah laku (conduct) dari PVC.

 

4. Ground Rod Drilling Head
Alat ini berfungsi untuk membantu mempercepat pembuatan grounding suatu instalasi penangkal petir, yaitu dengan cara memasang di bagian bawah copper rod atau ground rod yang akan dimasukkan ke dalam tanah, sehingga copper rod atau ground rod tersebut ketika didorong ke dalam tanah akan cepat masuk karena bagian ujung alat ini runcing. Selain itu, alat ini juga dapat menghindari kerusakan copper rod ketika dipukul ke dalam tanah.

5. Ground Rod Drive Head

Alat ini dipasang di bagian atas copper rod atau ground rod dan berfungsi untuk menghindari kerusakan copper rod atau ground rod bagian atas yang akan dimasukkan ke dalam tanah. Hal tersebut karena: pada saat copper rod didorong ke dalam tanah dengan cara dipukul, alat pemukul tersebut tidak mengenai copper rod, akan tetapi mengenai alat ini.

6. Ground Rod Coupler

Alat ini digunakan ketika kita akan menyambung beberapa segmen copper rod atau ground rod yang dimasukkan ke dalam tanah, sehingga copper rod atau ground rod yang masuk ke dalam tanah akan lebih panjang. Misalnya, ketika kita akan membuat grounding penangkal petir sedalam 12 meter dengan menggunakan copper rod, maka alat ini sangat diperlukan karena copper rod yang umumnya ada dipasaran paling panjang hanya 4 meter.

7. Bentonit

Bentonit adalah istilah pada lempung yang mengandung monmorillonit dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. Dalam aplikasi grounding system, bentonit digunakan untuk membantu menurunkan nilai resistansi atau tahanan tanah. Bentonit digunakan saat pembuatan grounding (jika sudah tidak ada cara lain untuk menurunkan nilai resistansi). Pada umumnya, para kontraktor cenderung memilih menggunakan cara pararel grounding rod atau multi grounding system untuk menurunkan resistans.

 

Cara Mengukur Tahanan Pembumian

Tester grounding atau Earth Tester Meter menjadi perangkat utama dalam pemasangan penangkal petir, yakni untuk pengujian kelayakan grounding penangkal petir. Selain itu, alat ini berfungsi untuk mengukur dan mengetahui seberapa besar tahanan sebaran tanah pada daerah tersebut dan berapa nilai tahanan tanah yang didapatkan.

Ada berbagai merk dan seri produk peralatan tester ini, salah satunya yang cukup populer digunakan adalah Digital Earth Tester Meter “KYORITSU 4105A”.

Measurement Ranges

Earth Resistance: 0~ 20© / 0~ 200© / 0~ 2000©
Earth Voltage [ 50, 60Hz] : 0~ 200V AC

Accuracy
Earth Resistance: ± 2% rdg± 0.1© ( 20© range)
| ± 2% rdg± 3dgt ( 200© / 2000© range)
Earth Voltage: ± 1% rdg± 4dgt

Overload Protection
Earth Resistance: 280V AC for 10 seconds
across 2 of the 3 terminals
Earth Voltage: 300V AC for 1 minute

Safety Standard
IEC 61010-1 CAT.III 300V Pollution Degree 2, IEC 61557

Applicable Standards
IEC 60529 IP54

Withstand Voltage
3700V AC for 1 minute

Power Source
R6P ( AA) ( 1.5V) × 6

Dimensions
105( L) × 158( W) × 70( D) mm

Weight
550g approx.

Accessories
7095 ( Test Leads) × 1set ( red-20m, yellow-10m, green-5m)
8032 ( Auxiliary earth spikes) × 1set
7127 ( Simplified measurement probe) × 1set
R6P ( AA) × 6

Neck strap

Instruction Manual
Carrying Case : 4105A ( Soft Case)

Optional
7100 ( Precision measurement Cord Set)

 

Cara Penggunaan Tester Grounding Penangkal Petir

Tahanan Sebaran Grounding haruslah diketahui dengan satuan Ohm. Perangkat tes yang digunakan serupa dengan Ohm Meter elektronik,  akan tetapi kerja perangkatnya dengan kemampuan daya tembus tanah yang besar dan dilengkapi 2 colokan (anoda).

Proses netralisasi tanah atas muatan listrik yang di buang di sebuah grounding menyebar dalam radius 2 meter – semakin jauh akan semakin habis ternetralkan.

Bila grounding yang kita buat menyatu dengan baik ke tanah, maka proses netralisasi muatan akan sangat cepat dan baik. Tetapi bila kurang baik, maka akan terjadi perlambatan proses netralisasinya.

Karena muatan listrik yang terkandung di dalam petir sangat besar, maka jarak penetralan grounding sejauh 6 mtr dari titik grounding sudah dianggap habis dan netral .

tester grounding

Cara Penggunaan Tester Grounding penangkal petir  untuk mengetahui besarnya tahanan sebaran grounding dengan cara :

  • Kalibrasi jarum pada alat ukur harus dalam posisi nol
  • Hubungkan ground dengan Kutub (+) Colokan warna Hijau
  • Tancapkan Pasak sejauh 6 – 8 mtr dari posisi ground sebanyak 2 buah –  bisa membentuk sudut tertentu Minimal 15 derajat.
  • Dan Masing masing pasak dihubungkan dengan kabel merah dan kuning dari alat uji ( kyoritsu )
  • Posisikan Selector di 20
  • Dan Tekan – TEST
  • Hasil test 0,xx artinya hasil memang di bawah Nol koma, dan ini yang bagus. Jika hasilnya antara 1-5 ohm, maka itu termasuk sedang.
  • Catat hasil pengukuran (G1=…? G2=…?  dst )
  • Ulang pengetesan beberapa kali sambil goyang goyang Jepit buaya – sekiranya ada yang kurang terkonek dengan baik .
  • Setelah itu, pindahkan Posisi Pasak dengan membuat sudut yang lebih besar 45 derajat , 90 derajat , 180 derajat ( semakin banyak sudut yang kita uji, maka semakin lengkap data kita )

Dari data pengetesan grounding penangkal petir yang kita lakukan, kadangkala kita mendapati hasil yang kurang rata ( hasil tidak sama ). Hal ini disebabkan oleh ada perbedaan kualitas dan struktur lapisan tanah di sudut pengujian yang dilakukan ( kelembapan, tekstur, mineral dll akan mempengaruhi  ).

Bila mendapati hasil pengukuran tahanan grounding tidak Sama dari beberapa sudut berbeda, maka Nilai Terrendah sebanyak 2 hasil pengukuran yang digunakan sebagai acuan, lalu dibuat rata-rata.

 

Kenapa Demikian ? Sebab dengan asumsi bahwa saluran penetralan sudah ada dengan membentuk sudut minimal 15 derajat.

Apa yang terjadi bila nilai tahanan grounding Penangkal Petir besar  ? Bisa dijelaskan dengan sederhana : semisal Koneksi di Bak sambungan lepas yang terjadi bahwa arus petir akan lari tidak terkendali, demikian juga ketika nilai grounding penangkal petir besar – arus rambatan petir bisa mengenai perangkat penting yang ada. Jadi sebaiknya Anda melakukan pengukuran secara berkala terhadap grounding Anda untuk mengetahui apakah sistem penangkal petir masih tetap berfungsi normal.

Jika Anda tidak mau lelah untuk bereksperimen, Anda bisa menggunakan jasa kontraktor pemasangan penangkal petir. Umumnya memang mahal, bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta. Hal itu karena untuk mendapatkan tahanan pembumian yang bagus terkadang butuh beberapa titik ground rod yang dihubungkan secara parallel. Hal ini bergantung dengan besarnya investasi peralatan Anda, besarnya anggaran Anda dan peluang terjadinya petir (tidak semua daerah rawan petir).

 

Perlindungan terhadap petir :
1. Jalur PLN : arester

2. Jalur kabel telfon

3. Jalur Tower

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Jenis Kabel Penangkal Petir

Kabel Penangkal Petir

Selain Terminal Head, kabel merupakan komponen utama dari instalasi penangkal petir yang memiliki fungsi sebagai media penghantar arus petir yang menyambar air terminal penangkal petir yang berada di atas menuju sistem grounding yang telah tersedia. Sehingga arus petir dapat mengalir dan cepat ternetralkan oleh tanah yang sebagaimana diketahui sebagai media netral alam.

Berbagai macam kabel penghantar penangkal petir pada umumya, yaitu:

1. KABEL BC (bare core)

Karakteristik kabel BC ialah tidak memiliki isolator alias telanjang. Jadi jenis kabel ini hanya terdiri dari inti kabel saja yang disebut bare core. Kabel BC sering digunakan pada penghantar penurunan (down conductor) instalasi penangkal petir jenis runcing / konvensional atau lebih sering digunakan dalam ground system (pembumian). Hal ini dikarenakan menggunakan kabel BC dengan penampang 50 mm lebih ekonomis dan juga telah memenuhi standarisasi minimum dari penghantar penurunan instalasi penangkal petir. Hanya saja seperti diketahui bahwa kabel BC tidak memiliki isolator pelindung, sehingga dikhawatirkan terjadi induksi sambaran petir dan loncatan arus pada material konduktor. Jadi agar aman, maka kabel BC sebaiknya dibungkus dengan pipa paralon (PVC).

 

2. KABEL NYY

Kabel NYYKarakteristik kabel NYY ialah memiliki dua buah isolator (hal ini bisa dilihat dari kode YY yang ada pada kabel). Isolator pada kabel berfungsi melindungi dari induksi dan loncatan arus antara inti kabel dengan material lain dengan sifat konduktor penangkal petir (penghantar). Dengan adanya dua buah isolator maka induksi dan loncatan dapat diredam dengan sangat kecil hingga nyaris tidak terjadi. Untuk ukuran yang sering dipergunakan dalam suatu sistem pemasangan instalasi penangkal petir yaitu ukuran penampang 25 mm2, 35 mm2, 50 mm2 hingga 120 mm2. Umumnya ukuran kabel NYY yang sering digunakan dalam instalasi penangkal petir adalah ukuran luas penampang 25 mm2 sampai 70 mm2. Sebagaimana diketahui standarisasi untuk ukuran penampang kabel penghantar penurunan (down conductor) adalah minimal 50 mm2, sehingga untuk pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan dan juga memperhatikan faktor biaya.

Bedakan antara luas penampang dan diameter. Misalnya untuk kabel dengan luas penampang 70 mm2, berarti diameternya sekitar 9,5 mm. Sedangkan luas penampang 50mm2, diameternya sekitar 8 mm. Sedangkan kabel dengan luas penampang 35 mm2, diameternya sekitar 6,6mm.

 

3. KABEL NYA

NYA CableKarakteristik kabel NYA ialah memiliki satu buah isolator (hal ini bisa dilihat dari kode YA yang ada pada kabel). Isolator pada kabel berfungsi melindungi dari induksi dan loncatan arus antara inti kabel dengan material lain dengan sifat konduktor (penghantar). Dengan adanya isolator, maka induksi dan loncatan dapat diredam dengan sangat kecil hingga nyaris tidak terjadi. Untuk ukuran yang sering dipergunakan dalam suatu sistem pemasangan instalasi penangkal petir yaitu ukuran penampang 25 mm, 35 mm, 50 mm hingga 120 mm.

 

 

4. KABEL COAXIAL

Karakteristik kabel coaxial ialah memiliki banyak isolator, konduktor inti kabel coaxial terdapat dua buah yang masing-masing memiliki luas penampang 35 mm. Karakter kabel coaxial sama seperti kabel NYFGbY, yang dimana terdapat suatu rangkaian isolator yang terdiri dari banyak material yang menjadi satu kesatuan. Isolator pada kabel berfungsi melindungi dari induksi dan loncatan arus antara inti kabel dengan material lain dengan sifat konduktor (penghantar). Untuk ukuran kabel coaxial pada umumnya 2 x 35 mm. Kabel ini termasuk jenis kabel penghantar penurunan dengan spesifikasi yang tinggi, serta kualitasnya terbaik diantara jenis kabel penghantar penangkal petir lainnya.

Jadi secara umum kabel yang dibutuhkan dalam instalasi penangkal petir adalah kabel yang memiliki luas penghantar 25-50 mm. Standarnya minimal 50 mm. Bila lebih besar penampangnya, maka kemampuan penghantarnya akan lebih baik (Misal 70 mm atau 80mm).

Sedangkan jenis kabel penangkal petir tergantung dari keadaan jalur instalasi yang dilewati, ada 3 (tiga) macam jalur kabel, yaitu:

 

OUT DOOR INSTALASI KABEL

Bila instalasi kabel penghantar diletakkan di luar bangunan dan jauh dari instalasi lain (listrik, data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni, maka kabel penangkal petir bisa menggunakan BCC minimal 25-50 mm (bare copper conductor) atau BAC (bare alumunium conductor) atau istilah pasarnya Kabel Telanjang  sudah cukup bisa digunakan. Pertimbangan menggunakan kabel penangkal petir jenis ini adalah murah. Kekurangannya yakni dari segi estetika akan kurang sekali walau bisa di siasati dengan menyelubungi dengan pipa paralon / PVC Conduit.

 

IN / OUT DOOR INSTALASI KABEL

Sedangkan bila kabel penghantar diletakkan di sisi dalam bangunan dan dihindarkan dari instalasi lain (listrik, data) ataupun jauh dari jangkauan aktifitas penghuni minimal 2 mtr, maka kabel penangkal petir bisa menggunakan NYY (double Isotated) dengan pertimbangan kabel ini sudah berisolasi dan cukup mampu menahan induksi petir ( side flashing ) walaupun sifat anti side flashingnya minimal.

Penggunaan Conduit Cable PVC di posisi yang dekat aktifitas juga sangat disarankan sebagai bentuk tambahan estetika dan keamanan.

 

INDOOR HIGH  INSTALASI KABEL

Dan bila jalur instalasi tidak bisa dihindarkan dari instalasi lain ( listrik, data, kontrol dll) atau kata lain harus berdekatan dan berjajar bersebelahan, maka kabel penangkal petir jenis HVSC (High Voltage Single Core) yang harus digunakan, karena hanya kabel inilah  yang mampu menahan tegangan yang besar kemungkinan akan menembus isolasi / induksi arus petir, atau istilahnya adalah anti side flashing. Misal kabel penghantar dipasang bersamaan di kabel trey power.

Dari beberapa kabel penangkal petir diatas, untuk down conductor instalasi penangkal petir biasanya banyak yang menggunakan kabel NYY antara 25-50mm, atau kabel BC 35mm (full) diselubungi dengan paralon. Sedangkan untuk grounding system penangkal petir (pembumian), banyak yang menggunakan kabel BC antara 35-50mm.

 790 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Incoming search terms for the article:

,jenis kabel penangkal petir,kabel penangkal petir,Jenis dan nama penangkal petir modern,jenis kabel anti petir,jenis kabel grounding,kabel penang,nama kabel penangkal petir,Ukuran jenis penampang BC,ukuran kabel bc untuk penangkal petir

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Surge Arester adalah

Sepenting apakah INTERNAL PROTECTION , Dengan Pemasangan surge arrester ?

Sangat Penting ! Sebab masih ada kemungkinan terjadi bencana kerusakan peralatan elektronik di bangunan akibat sambaran petir yang sifatnya tidak langsung ,

Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi diantaranya :

  1. Sambaran Tembus.
  2. Sambaran Rambatan.
  3. Induksi Elektromagnetik.

Sambaran Tembus

Petir ! Kenapa disebut seperti ini – Begitu besar Tegangan yang ditimbulkan dengan hasil loncatan bunga api dari langit ke bumi.

Sehingga acap kali terjadi di sebuah penghantar petir yang sudah berisolasi baguspun akan lolos tembus – tegangan petir mirip percikan api busi motor akan mengalir di permukaan isolasi kabel .

Istilah umumnya Side Flashing , perihal yang merugikan adalah sambaran tembus ini mengenai kabel penghantar listrik , tentu akan menimbulkan gangguan tegangan listrik.

Sambaran Rambatan Petir

Besar kemungkinan perihal ini terjadi , sebuah Sambaran petir mengenai obyek lain di sekitar bangunan kemudian merambat dari bagian logam satu ke bagian logam yang lain, dan akhirnya mengenai obyek vital bangunan.

Kami memiliki pengalaman kerusakan berat di konsumen kami akibat peristiwa Sambaran Rambatan , bahwa petir bisa meloncat loncat dari obyek logam di bangunan dengan jarak relatif berdekatan.

Peristiwanya seperti ini , Sebuah sambaran petir mengenai pohon mangga tetangga sebelah , dari batang pohon ini petir meloncat mengenai talang air rumah sebelah , dari sinilah petir lari kemana mana , Masuk ke dalam jaringan listrik rumah tetangga , Juga masih juga meloncat di talang air User kami , alhasil dua rumah bersebelahan terkena dampak kerusakan berat.

Tentu yang paling parah adalah rumah yang terdekat – kerusakan hampir diseluruh perangkat elektronik yang terhubung di listrik , baik yang ON / aktif ataupun OF . Sedangkan di Rumah User kami hanya di pesawat televisi yang sedang ON , sedang elektronik yang lain tidak sampai rusak.

Sambaran Elektromagnetik

Pada saat sebuah sambaran petir mencapai obyek di permukaan bumi maka sambaran ini tidak hanya melepaskan seluruh energi listrik yang terkandung di awan. efek lain dari sambaran ini adalah gangguan Elektromagnetik. Berupa efek gelombang elektromagnetik yang sangat besar sehingga untuk obyek logam yang dekat di titik sambaran akan besar kemungkinan akan bermuatan listrik .

Bisakah anda bayangkan bila kabel instalasi listrik berada di sekitar posisi Penangkal Petir , Akan sangat berbahaya bukan.

Sejauh apa titik aman nya ? Minimal 2 mtr . Lalu untuk  Struktur logam bangunan bagai mana ? besi tulangan beton dan kerangka atap kadang sangat sulit untuk di hindari , Pemasangan ground di struktur logam bangunan akan banyak mengurang efek induksi elektromagnetik ini.

Karena Sifat dari sambaran petir adalah memiliki tegangan yang sangat besar bila berhasil memasuki sebuah jaringan listrik maka akan membentuk tegangan gangguan / Noise yang bila di lihat dari osiloskop maka akan terlihat tegangan gangguan membentuk paku yang sangat besar amplitudunya

Istilah lain dari Surge adalah Tegangan listrik berbentuk paku yang bersifat merusak peralatan elektronik. Kerusakan bisa timbul karena lonjakan tegangan akan melebihi batas ambang kerja dari perangkat.

Tegangan SURGE / Paku bisa Terjadi karena 2 hal

Tegangan Surge bisa terjadi karena berbagai sebab diantaranya :

  • Putus sambung dari sebuak kontaktor yang berulang atau kerja kontaktor untuk daya besar di sebuah jaringan listrik .
  • Kontaminasi tegangan dari sebuah sambaran petir yang masuk di sistem pengkabelan bangunan, sebagamana yang kita infokan sebelum ini.

Surge Arrester

Merupakan peralatan yang di buat menyerupai kapasitor difungsikan untuk memotong dari tegangan Surge / Paku dan melepaskan tegangan lebih ke grounding.

Prinsip Kerja Arrester

Mengamankan jaringan kelistrikan dan data dari bahaya sengatan petir tanpa harus memutus jaringan sesaatpun .

Disaat ada tegangan petir yang masuk ke sebuah jaringan kabel Surge Arrester Petir akan membuang tegangan lebih akibat petir ke saluran pembuangan / grounding.

Struktur Surge Arrester

Struktur material dari Arrester terdiri dari dua buah lempeng logam yang didekatkan dengan atau tanpa material elektrikum . Untuk lempeng pertana di hubungkan ke jalur kabel yang di amankan dan lempeng kedua ke grounding tempat pelepasan tengangan lebihnya.

Jenis Surge Arrester

Berbagai jenis Surge Arrester yang biasa digunakan untuk mengamankan keperluan perangkat elektronik , diantaranya

Dari rancangan material Arrester pada dasarnya sama menjadikan kegunaan berbeda di karenakan perbedaan jenis material selanya ( elektrikum ) , Dimensi dan mutu dan kwalitas dari material katodanya.

Untuk kebutuhan arrester daya rendah semisal arrester Level 3 material katoda terbuat dari Kertas Tembaga dan akan jauh berbeda untuk arrester Level 1 , material katoda berupa Karbon Steel tahan karat . Sedang material elektrikumnya untuk Level 1  udara saja.
Material Metal Oxide Varistor / MOV acapkali dimanfaatkan untuk kebutuhan arrester menengah sampai kecil karena sifatnya yang semi isolator.

Dengan perbedaan material katoda dan elektrikum di sebuah arrester akan membuat karakteristik komponen beragam .

Kebutuhan arrester listrik membutuhkan setidaknya 2 tahap pengamanan . Level 1 dengan kategori mampu memindahkan energi yang besar ke ground dan Level 2 dengan kategori menengah.

 

Cara Kerja Arrester

Saat terjadi lonjakan tegangan di sebuah jaringan kabel maka pada sisi kutup Anoda Arrester akan melepaskan lonjakan tegangan ke arah Katoda ( terhubung ke grounding ).

Ambang batas dari seberapa besar tegangan mulai meloncat sangat tergantung dari 1. jarak kerenggangan kedua kutub anoda 2. jenis material di sela selanya.

Semakin panjang kerenggangan dari katoda makan semakin besar ambang tegangan buang nya dan begitu juga sebaliknya.

Material sela / elektrikum juga mempengaruhi , material yang seringkali di gunakan , Udara bebas , Metal Oxide varistor , keramik . Ke tiga material ini berkarakter berbeda

Simulasi Cara Kerja Arrester

 

Diagram Pemasangan Surge Arrester

Dari dua macam diagram pemasangan di samping disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

Untuk pelanggan Listrik PLN Prabayar diagram Pertama ( atas ) tidak bisa di gunakan , sebab meter PLN akan merespon Error bila ada tambahan grounding di kabel Neutral.

Diagran Pemasangan Arrester

Cara Pemasangan Surge Arrester

Pertama yang harus disiapkan adalah Tempat pelepasan tegangan lebih – Grounding, dengan nilai resistansi harus kurang dari 5 ohm.

Letakkan Arrester setelah Meter Listrik , bisa diletakkan didalam panel pembagi atau utama . Terdapat dua cara sistem pengamanan :

  1. Pengamanan Jalur Tunggal – merupakan teknik pengamanan satu kutub Phasa saja ( + )
  2. Pengamanan Jalur Ganda – Jenis pengamanan dua buah jalur kabel Phasa atau Neutral

Hubungkan secara Paralel Arrester dari kutub Phase – Ground dan Kutub Neutral – Ground

Bila sistem grounding di jaringan listrik sudah ada akan sangat menguntungkan, Sebab tiang perangkat elektronik rata rata sudah dilengkapi pengaman tegangan yang kerjanya membutuhkan grounding juga.

 

Bisakah Arrester di gantikan dengan Sekring

Sangat tidak mungkin bila fungsi pengamanan tegangan Surge digantikan dengan Sekring , sebab sekring hanya membatas kerja arus listrik bukan di besarnya tegangan listrik – Bila arus yang melewati melebihi ambang akan memutus sekring sekaligus memutuskan jaringan kabel .

Gambaran sederhana seperti ini

Bila ada muatan petir yang masuk ke jaringan kabel kelistrikan bangunan maka akan terjadi trib / putus jaringan . Kondisi ini tidak di inginkan sebab walau terjadi putus jaringan karena sifat listrik yang sampai tegangan dahulu baru arus nya , Maka kebanyakan Jebol dulu baru Trib.

Sedangkan Fungsi utama Surge Arrester adalah mengamankan jaringan listrik dari tegangan lonjakan berbentuk paku yang masuk di jaringan kabel tanpa memutus walau sesaatpun.

Sedang sifat merusak dari bahaya petir ditimbulkan karena sifat lonjakan tegangan yang besar melebihi batas ambang dari kerja perangkat elektronik yang terpasang.

 

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Harga Pasang Penangkal Petir

KAMI MENYEDIAKAN PAKET SEBAGAI BERIKUT :

1. Pasang Penangkal Petir Konvensional (3AIP)    

    Harga Paket, Rp 2.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 2 Unit Split ( Tombak ) Atas "KERUCUT"
  • 1 Unit Split ( Tombak ) Bawah "AS GROUNDING"
  • 15 Meter Kabel BC-25
  • Grounding System (Pembumian) Max,8 Meter
  • 3 Batang Pipa PVC 1/2'  
  • Free Instalasi
  • Bergaransi

2. Pasang Penangkal Petir Konvensional (4AIP)      

 Harga Paket, Rp 3.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 3 Unit Split ( Tombak ) Atas "KERUCUT"
  • 1 Unit Split ( Tombak ) Bawah "AS GROUNDING"
  • 20 Meter Kabel BC-25
  • Grounding System (Pembumian) Max,8 Meter
  • 4 Batang Pipa PVC 1/2'  
  • Free Instalasi
  • Bergaransi

 

3. Penangkal Petir Elektrostatis

A. Type R-150, Rp 7.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 1 Unit Head Terminal Radius 150 Meter "KURN"
  • Connecting Sleeve
  • Bergaransi

B. Type R-85, Rp 5.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 1 Unit Head Terminal Radius 85 Meter "KURN"
  • Connecting Sleeve
  • Bergaransi

   

 

Customer Service . 07'00 Wib s/d 20'00 Wib
HARI MINGGU / LIBUR TETAP BUKA
Melayani Pemasangan,
  • Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi
  • Tambun – Cibitung – Cikarang – Karawang
  • Cibubur – Cikeas – Ciulengsi – Jonggol
  • Cimanggis – Depok – Sawangan – Parung – Citayam
  • Bogor – Cibitung – Ciuterup – Sentul – Ciawi – Puncak
  • Cikokol – Cipondoh – Karawaci – Binong – Serpong
  • Bitung – Jatiuwung – Cikupa – Balaraja
  • Serang – Cilegon – Merak

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Pasang Penangkal Petir Rumah

PENANGKAL PETIR RUMAH

Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi bangunan dan lingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.

Pemasangan penangkal petir untuk rumah adalah memberikan saluran elektris dari atas bangunan ke tanah dengan tujuan bila ada sambaran petir yang mengenai atas bangunan maka arus petir bisa mengalir ke ground dengan baik. Standart kabel yg di gunakan adalah minimal 50 mm” ( SNI ), untuk memilih kabel di bawah 50 mm” tidak di sarankan walau kenyataan di lapangan banyak di gunakan.

 

Langkah pertama yang harus di lakukan adalah memilih jalur penurunan kabel, ada 2 hal penting dalam pemilihan jalur kabel ini. Pertama, jalur terpendek dengan pertimbangan lebih hemat dan Tahanan kabel kecil. Kedua, sesedikit mungkin belokan/tekukan agar tidak terjadi loncatan keluar jalur kabel (Site Flasing).

Pekerjaan pemasangan dimulai dari bawah / ground

 

INSTALASI PENYALUR PETIR KONVENSIONAL

Jenis instalasi penangkal petir yang lebih cocok untuk rumah tinggal  adalah jenis instalasi penangkal petir konvensional, yakni rangkaian jalur instalasi penyalur petir yang bersifat pasif menerima sambaran petir.

Ada 2 System yang di gunakan :
1. Sangkar Faraday / Faraday Cage
Penangkal Petir Sangkar Faraday adalah rangkaian jalur elektris dari bagian atas bangunan menuju tanah/grounding dengan beberapa jalur penurunan kabel, sehingga menghasilkan jalur konduktor berbentuk sangkar yang melindungi bangunan dari sambaran petir.
 
Pemanfaatan struktur logam sebuah bangunan bisa dimanfaatkan, misalnya :
- Rangka baja (H-Beam/I-WF)
- Pertulangan Beton
- Frame Alumunium

Pemanfaatan struktur logam tersebut bisa dilakukan dengan catatan harus mengarah ke bawah/tanah di hubungkan dengan unit grounding system.

2. Jalur Instalasi Tunggal / Franklin Rod

Penangkal Petir Franklin Rod adalah rangkaian jalur elektris dari atas bangunan menuju sisi bawah/tanah dengan jalur kabel tunggal, dengan cara memasang alat berupa batang tembaga dengan daerah perlindungan berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112 derajat. Agar daerah perlindungan luar maka Franklin Rod di pasang pada bangunan teratas (tinggi 1 – 3 Meter). Makin jauh dari Franklin Rod maka perlindungan akan semakin lemah pada areal tersebut.

 
Dari kedua system instalasi penangkal petir konvensional tersebut tentunya sangat di pertimbangkan mengenai standart keamanan, kualitas instalasi, biaya dan estetika menjadi titik tolak utama bagi kita untuk memilih, memakai system pengamanan sambaran petir manakah yang sesuai untuk bangunan kita.

Berikut material yang di perlukan untuk instalasi penangkal petir konvensional :

- Ujung Penerima Sambaran / Splitzer
Dudukan / Pipa penyangga
Kabel Penghantar
Grounding System
- Assesories

 

Radius proteksi instalasi penangkal petir konvensional berbeda dengan radius proteksi penangkal petir elektrostatis, hal ini di sebabkan karena instalasi penangkal petir konvensional bersifat pasif. Secara teori radius penangkal petir konvensional antara 2 Meter sampai 4 Meter atau 45 derajat dengan ketinggian splitzer 1 Meter. Maka dari itu jika luas struktur bangunan atau areal yang akan di lindungi sangat luas lebih praktis dan ekonomis dipasang penangkal petir elektrostatisTerminal petir elektrostatis dengan merk KURN memiliki radius proteksi 150 Meter.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Powered by WordPress | Designed by: diet | Thanks to lasik, online colleges and seo