Jasa Pasang Penangkal Petir, Konvensional & Radius == SEGERA HUBUNGI KAMI Phone 021 - 631 2000, 862 5259 Mobile / WA 087886949021== MELAYANI Se Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi

Category Archives: Petir

Penangkal Petir Elektrostatis / Radius

Penangkal petir elektrostatis merupakan penangkal petir modern dengan menggunakan sistem E.S.E ( Early Streamer Emision ), yang bekerja secara aktif dengan cara melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadi sambaran petir. Pelepasan ion ke lapisan udara secara otomatis akan membuat sebuah  jalan untuk menuntun petir agar selalu memilih ujung terminal penangkal petir elektrostatis ini dari pada area sekitarnya. Dengan sistem E.S.E ini akan meningkatkan area perlindungan yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional.
Untuk penangkal petir elektrostatis jenis ini akan memiliki radius perlindungan yang lebih besar dan berbentuk seperti Payung, kemampuan radius ini di hasilkan dari penyerapan energi yang disebabkan oleh awan hujan oleh unit ini. Kedua jenis penangkal petir tersebut bisa di pasang dan diaplikasikan dimana saja, tergantung dari kebutuhan dari sebuah bangunan dan tergantung keefektifannya.
Untuk bangunan dengan area yang tidak begitu luas/sempit (rumah tinggal) pemasangan penangkal petir konvensional sistem Faraday atau franklin cone (jalur tunggal) sudah memadai tetapi untuk bangunan yang mempunyai area yang cukup luas misalnya seperti gedung pada kawasan industri, daerah perkebunan, padang Golf. pemasangan jenis Elektrostatis  system sangatlah ideal dan cocok untuk bangunan seperti ini.
Prinsip kerja penangkal petir elektrostatis mengadopsi sebagian system penangkal petir Radioaktif, yakni menambah muatan pada ujung finial / splitzen agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar. Perbedaan dari sistem Radioaktif dan Elektrostatis ada pada energi yang dipakai. Untuk penangkal petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat beradiasi sedangkan pada penangkal petir Elektrostatis energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi.
1.      Tidak banyak membutuhkan komponen maupun kabel
2.      Area perlindungan lebih luas antara 50-150 m
3.      Lebih murah untuk area perlindungan yang luas
4.      Pada umumnya hanya membutuhkan 1 arde.
5.      Hanya membutuhkan 1 air terminal untuk radius tertentu.
6.      Perawatan dan pemasangan pada bangunan yang mudah.Merupakan pilihan yang tepat dan tidak mengganggu estetika bangunan anda.
7.      Bertindak sebagai pencegah interferensi perangkat komunikasi anda.
8.   Lebih aman bagi pekerja yang akan melakukan perawatan.
Jenis Bangunan yang perlu diberi perlindungan penangkal petir :
1. Bangunan tinggi seperti rumah bertingkat, gedung bertingkat, menara dan cerobong pabrik.
2. Bangunan penyimpanan bahan mudah meledak atau terbakar, misalnya pabrik amunisi, gudang bahan kimia.
3. Bangunan untuk kepentingan umum seperti gedung sekolah, stasiun, bandara dan sebagainya.
4. Bangunan yang mempunyai fungsi khusus dan nilai estetika misalnya museum, gedung arsip negara.
 
Besarnya kebutuhan suatu bangunan akan suatu instalasi proteksi petir ditentukan oleh besarnya kemungkinan kerusakan serta bahaya yang terjadi jika bangunan tersebut tersambar petir. Berdasarkan Peraturan umum Instalasi penangkal petir besarnya kebutuhan bangunan tersebut akan system proteksi petir.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Air Terminal ( Head ) Penangkal Petir Modern

Air terminal atau head penangkal petir adalah bagian penangkal petir yang berhubungan langsung dengan sambaran petir. Terdiri dari 2 jenis, yaitu konvensional dan modern. Pada artikel ini kita bahas hanya penangkal petir modern saja karena lebih aman dibanding konvensional.

PENANGKAL PETIR MODERN

Beberapa merek penangkal petir modern dari pabrikan lokal antara lain : KURN, VIKING, THOMAS, GENT, UFO, NEOFLASH. 

Di sini kita bahas salah satu merek saja, yaitu KURN, karena cukup banyak yang menggunakan dan harganya lebih murah dibanding yang lain. Tapi perlu diwaspadai terhadap produk bajakan!

KURN R85 dan KURN R150 adalah produk asli buatan INDONESIA dengan Patent No. 438333. Penangkal Petir ini menggunakan teknologi E.S.E ( Early Streamer Emission ) yang berfungsi mengantisipasi secara dini sambaran petir dengan aktif-reaktif sesuai E.S.E. dengan radius proteksi hingga 150 meter. Dilengkapi dengan connecting Sleve sebagai isolator sehingga membuat arus petir tidak menyambar tiang penangkal petir.

 

Tersedia dalam 2 tipe:
1. Kurn R85 berat 2.4 kg, radius proteksi maksimal 85 meter
2. Kurn R150 berat 2.7 kg, radius proteksi maksimal 150 meter, tergantung dari tinggi pemasangan

KURN yang di pasaran antara lain :

KURN R85 Box Hitam Rp. 5.500.000,-
KURN R85 Box Coklat RP. 4.500.000,-
KURN R150 Box Hitam  Rp 7.500.000,-
KURN R150 Box Coklat  Rp 5.500.000,-

(Harga di atas hanya acuan)

Dus warna coklat dan koper warna hitam. Keduanya berbeda harga lumayan jauh. Saya tanyakan ke Distributornya, katanya keduanya berbeda pabrikan meski mereknya sama. Ya mungkin tujuannya untuk menyediakan paket ekonomis.

Penangkal petir Kurn merupakan sebuah alat penangkal petir radius yang didesain untuk menciptakan medan ionisasi pada sekeliling area ( teknologi elektrostatis). Setiap pelepasan medan ionisasi ke awan akan mampu menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah, sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar (down conductor dan grounding).

Pada aliran arus muatan yang tercipta secara terus-menerus memungkinkan berkurangnya kejadian sambaran petir. Kurn terminal mampu bekerja untuk menciptakan medan statik terhadap perbedaan muatan melalui Corona Effect yang keluar pada head terminal. Melalui pelepasan ion positif pada kurn terminal, mampu membentuk sudut perlindungan terhadap area yang cukup luas (hingga 150 meter).

Perbedaan potensial pada awan dan bumi dapat menghasilkan arus uatan yang cukup besar pada KURN terminal, sehingga pada saat tertentu akan terjadi daya tarik muatan terhadap muatan awan yang kemudian dikonsentrasikan pada titik sambaran Head Copper Terminal dan disalurkan melalui penghantar ke ground/bumi. Kurn Lightning Protection diciptakan atas dasar pengembangan Franklin Rod melalui riset yang panjang dan akurat.

Untuk air terminal dengan merek KURN memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Memiliki dua varian tipe, yaitu R.85 dan R.150.
  • Memiliki diameter sebesar 7,5 cm.
  • Untuk berat air terminal tidak lebih dari 2,7 Kg.
  • Pemasangan minimal 3 meter di atas level tertinggi.
  • Radius proteksi maksimal 85 meter untuk tipe R.85 dan 150 meter untuk tipe R.150.
  • Pabrik pembuat dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Keunggulan Penangkal Petir Kurn :
1. Sudah Teruji Di Lab LMK ( Lambang Mutu & Kesesuaian) PLN.
2. Terbuat Dari Bahan Yang Kokoh Dan Ringan
3. Memiliki Jangkauan Luas
4. Mempunyai Nilai Estetika Yang Rapi Dibanding Penangkal Petir Konvensional
5. Bisa Di Instalasi Yang Dengan Mudah
6. Kurn Mempunyai Harga Yang Terjangkau

POSISI PEMASANGAN

Untuk cara menyambung kabel BC atau NYY ke KURN caranya adalah dengan digencet. Pertama kabel dimasukkan ke dalam kurn, lalu digencet dengan menggunakan tang atau dipukul dengan palu. Silahkan lihat cara pemasangannya di video di bawah ini :

 

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Tiang Penyangga Penangkal Petir

Tiang penyangga Penangkal Petir atau Ujung Penangkal Petir perlu batang Penegak agar berposisi lebih tinggi dari sekitarnya bermanfaat memfokuskan (mengarahkan) sambaran petir kedalam satu titik tuju semakin tinggi tiang penyangga penangkal petir semakin besar radius cover yang diperoleh. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi efek sambaran petir yang timbul. Terdapat beberapa jenis konstruksi yang bisa digunakan antara lain :

 

Tiang Mono Pole/ Tiang Tunggal PENANGKAL PETIR

Tiang PENANGKAL PETIR Tower Triangle / Fourangle

Tiang PENANGKAL PETIR Di Atas Bangunan / Gedung

 

1. TIANG MONO POLE / TIANG TUNGGAL PENANGKAL PETIR

 

 

Tiang Mono Pole atau Tiang Tunggal PENANGKAL PETIR bisa digunakan sebagai pilihan konstruksi tiang penyangga Penangkal Petir, bentuk dari Konstruksi ini sangat ideal untuk pengamanan daerah yang berkontur (berbukit) atau ber areal luas. Misal lapangan Golf, Areal Pertambangan, Perkebunan, Cluster dan Persawahan atau pula tempat yang membutuhkan penetrallan sambaran petir yakni.

 

2. TIANG PENANGKAL PETIR TRIANGLE

 

 

Tiang Penangkal Petir Triangle adalah Jenis menara yang dirancang ringan, lentur dan bongkar pasang (Knock down) dengan sifat konstruksi semi permanen dengan usia layak pakai dari menara ini relatif panjang, kisaran 10 tahun dan bisa lebih tergantung dari perawatannya. Kelebihan dari jenis menara triangle ini adalah murah dan cepat pemasangannya.

 

3. TIANG PENYANGGA DI ATAS BANGUNAN / GEDUNG

 

 

Setiap instalasi PENANGKAL PETIR selalu membutuhkan tiang penyangga minimal 3 meter dari level tertinggi bangunan, berfungsi menaikkan di tinggi ideal sebuah unit Terminal Penerima petir agar didapatkan posisi lapang dan terbuka agar mendapatkan radius perlindungan yang optimal.

 

Fungsi Tiang Penyangga PENANGKAL PETIR

 

Tiang / penyangga ini adalah batang penegak yang berfungsi sebagai media menempatkan dan menaikkan posisi head terminal PENANGKAL PETIR agar mendapatkan level yang tinggi, sedangkan level ketinggian penangkal petir sangat berarti untuk mendapatkan radius proteksi yang lebih besar. Semakin tinggi posisi maka secara otomatis kemampuan proteksi terhadap sambaran petir semakin besar, meskipun dari head terminal elektrostatik yang dipasang juga mempunyai spesifikasi radius proteksi perlindungan yang optimum.

 

Material yang dapat digunakan besi atau pun stailesteel bisa berbentuk  Pipa, Pipa Hexagon, atau kerangka batang. Sangat tergantung dari kebutuhan kontruksi dibangunan tersebut. Pemanfaatan ganda dari sebuah tiang penyangga PENANGKAL PETIR juga bisa dilakukan semisal juga digunakan sebagai Antena komunikasi, bisa juga asal mengikuti standart teknis pemasanga PENANGKAL PETIR.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Cara Memasang Penangkal Petir Yang Benar

 

Cara memasang penangkal petir yang benar harus diketahui terutama oleh teknisi penangkal petir. Walaupun sebenarnya andapun sebaiknya juga mengetahuinya cara pasang penangkal petir jika anda termasuk yang berkepentingan dengan anti petir. Walaupun sebenarnya, Anda dapat menyerahkan cara pemasangan penangkal petir ini pada jasa profesional pemasangan penangkal petir bersertifikat yang akan menjamin cara kerja penangkal petir secara tepat. Tetapi, dengan anda mengetahui cara memasang penangkal petir yang benar, anda dapat ikut mengawasi jika ada hal-hal yang tidak tepat dan menyelamatkan aset-aset anda

Bagian-Bagian Penangkal Petir

Sebelum tahu cara memasang penangkal petir yang benar, Anda harus tahu bagian-bagian dari sistem penangkal petir terlebih dahulu. Ada 3 bagian utama dari sistem penangkal petir ini, yaitu:

  1. Grounding sistem sebagai penyalur arus petir ke dalam tanah
  2. Kabel penyalur
  3. Ujung penangkal petir

Pembuatan penangkal petir instalasi Grounding

Langkah pertama dalam cara memasang penangkal petir yang benar adalah membangun grounding system. Hal ini perlu dilakukan pertama karena berhubungan dengan faktor keamanan dan kemudahan dalam membuat sistem penangkal petir. Untuk membangun grounding yang baik anda membutuhkan alat earth testemeter yang digunakan untuk melihat berapa besar nilai tahanan tanahnya. Pilihlah tempat pembumian yang memungkinkan mengambil jarak terdekat dengan pemasangan penangkal petir di atas bangunan, jika memungkinkan. Beberapa tanah yang memiliki kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi dan atau kandungan keasaman tinggi biasanya nilai tahanannya cenderung lebih rendah. Jika nilai tahanan tanahnya rendah maka kebutuhan terhadap batang Rod tembaga juga makin sedikit.

Setelah Anda menemukan lokasi tempat pembumian yang baik, tahap selanjutnya pada cara memasang penangkal petir yang benar ini adalah membuat instalasi penangkal petir bagian groundingnya. Adapun bahan yang dibutuhkan adalah material grounding dari bahan Tembaga, Galvanise atau Stainless. Material tersebut ditancapkan ke dalam tanah pada lokasi penangkal petir instalasi grounding yang sudah dipilih. Selanjutnya ukur pula resistansi tanah dan hasilnya harus lebih kecil dari 5 Ohm. Bahkan jasa pemasangan penangkal petir professional seperti ANEKA ANTENA PETIR terbiasa dengan etos kerja berstandar tinggi, dan membuat instalasi grounding hanya memiliki tahanan di bawah 2 ohm saja. Jika standar yang diinginkan belum tercapai, anda harus menambahkan batang konduktor yang ditanam di dalam tanah secara parallel dan mengukur kembali nilai tahanan tanahnya hingga nilai yang diinginkan. Anda mungkin perlu melakukan pengeboran untuk menanam konduktor dari grounding system ini. Bahkan, Anda perlu mengebor hingga kedalaman 6 meter untuk membuat grounding yang baik hingga nilai standar pada cara memasang penangkal petir yang benar tercapai.

Kabel Down Conductor

Berikutnya adalah cara memasang penangkal petir yang benar untuk bagian pemasangan kabel konduktor. Anda dapat menggunakan kabel coaxial atau kabel BC (Bare Cooper)Langkah pertama adalah mendesain jalur dari kabel. Anda dapat memulainya dari grounding hingga ke ujung penangkal petir. Pastikan, dalam jalur kabel, tidak ada atau hanya sedikit jalur yang membentuk sudut dan usahakan kurang dari 90 derajat. Hal ini untuk menghindari terjadinya Side Flashing atau lompatan muatan listrik pada bangunan dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan.

Selain cara memasang penangkal petir yang benar juga pemilihan perangkat penangkal petir maupun kabelnya juga harus tepat sehingga cara kerja alat penangkal petir dapat maksimal. Gunakan kabel dengan ukuran minimal 50 mm dan sudah mendapatkan SNI.

Ujung Penangkal Petir (head terminal atau spitzen)

Cara memasang penangkal petir yang benar selanjutnya adalah pemasangan ujung penangkal petir. Pilih posisi yang paling tinggi pada bangunan untuk hasil yang paling baik. Pada instalasi penangkal petir konvensional, teknisi sebaiknya dapat memperkirakan dimana letak sambaran petir untuk menentukan posisi spitzen yang berbentuk seperti tombak itu. Setelah itu, sambungkan dengan kabel penghantar. Pastikan, sambungan dengan kabel ini kuat dan dapat menghantarkan listrik dengan baik.

Banyak masalah terjadi karena penyambungan antara kabel dan ujung penangkal yang tidak sesuai dengan cara memasang penangkal petir yang benar. Hal ini dapat merusak penangkal petir itu sendiri, serta membahayakan bangunan atau rumah yang dipasang penangkal petir ini.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Jenis Kabel Penangkal Petir

Kabel Penangkal Petir

Selain Terminal Head, kabel merupakan komponen utama dari instalasi penangkal petir yang memiliki fungsi sebagai media penghantar arus petir yang menyambar air terminal penangkal petir yang berada di atas menuju sistem grounding yang telah tersedia. Sehingga arus petir dapat mengalir dan cepat ternetralkan oleh tanah yang sebagaimana diketahui sebagai media netral alam.

Berbagai macam kabel penghantar penangkal petir pada umumya, yaitu:

1. KABEL BC (bare core)

Karakteristik kabel BC ialah tidak memiliki isolator alias telanjang. Jadi jenis kabel ini hanya terdiri dari inti kabel saja yang disebut bare core. Kabel BC sering digunakan pada penghantar penurunan (down conductor) instalasi penangkal petir jenis runcing / konvensional atau lebih sering digunakan dalam ground system (pembumian). Hal ini dikarenakan menggunakan kabel BC dengan penampang 50 mm lebih ekonomis dan juga telah memenuhi standarisasi minimum dari penghantar penurunan instalasi penangkal petir. Hanya saja seperti diketahui bahwa kabel BC tidak memiliki isolator pelindung, sehingga dikhawatirkan terjadi induksi sambaran petir dan loncatan arus pada material konduktor. Jadi agar aman, maka kabel BC sebaiknya dibungkus dengan pipa paralon (PVC).

 

2. KABEL NYY

Kabel NYYKarakteristik kabel NYY ialah memiliki dua buah isolator (hal ini bisa dilihat dari kode YY yang ada pada kabel). Isolator pada kabel berfungsi melindungi dari induksi dan loncatan arus antara inti kabel dengan material lain dengan sifat konduktor penangkal petir (penghantar). Dengan adanya dua buah isolator maka induksi dan loncatan dapat diredam dengan sangat kecil hingga nyaris tidak terjadi. Untuk ukuran yang sering dipergunakan dalam suatu sistem pemasangan instalasi penangkal petir yaitu ukuran penampang 25 mm2, 35 mm2, 50 mm2 hingga 120 mm2. Umumnya ukuran kabel NYY yang sering digunakan dalam instalasi penangkal petir adalah ukuran luas penampang 25 mm2 sampai 70 mm2. Sebagaimana diketahui standarisasi untuk ukuran penampang kabel penghantar penurunan (down conductor) adalah minimal 50 mm2, sehingga untuk pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan dan juga memperhatikan faktor biaya.

Bedakan antara luas penampang dan diameter. Misalnya untuk kabel dengan luas penampang 70 mm2, berarti diameternya sekitar 9,5 mm. Sedangkan luas penampang 50mm2, diameternya sekitar 8 mm. Sedangkan kabel dengan luas penampang 35 mm2, diameternya sekitar 6,6mm.

 

3. KABEL NYA

NYA CableKarakteristik kabel NYA ialah memiliki satu buah isolator (hal ini bisa dilihat dari kode YA yang ada pada kabel). Isolator pada kabel berfungsi melindungi dari induksi dan loncatan arus antara inti kabel dengan material lain dengan sifat konduktor (penghantar). Dengan adanya isolator, maka induksi dan loncatan dapat diredam dengan sangat kecil hingga nyaris tidak terjadi. Untuk ukuran yang sering dipergunakan dalam suatu sistem pemasangan instalasi penangkal petir yaitu ukuran penampang 25 mm, 35 mm, 50 mm hingga 120 mm.

 

 

4. KABEL COAXIAL

Karakteristik kabel coaxial ialah memiliki banyak isolator, konduktor inti kabel coaxial terdapat dua buah yang masing-masing memiliki luas penampang 35 mm. Karakter kabel coaxial sama seperti kabel NYFGbY, yang dimana terdapat suatu rangkaian isolator yang terdiri dari banyak material yang menjadi satu kesatuan. Isolator pada kabel berfungsi melindungi dari induksi dan loncatan arus antara inti kabel dengan material lain dengan sifat konduktor (penghantar). Untuk ukuran kabel coaxial pada umumnya 2 x 35 mm. Kabel ini termasuk jenis kabel penghantar penurunan dengan spesifikasi yang tinggi, serta kualitasnya terbaik diantara jenis kabel penghantar penangkal petir lainnya.

Jadi secara umum kabel yang dibutuhkan dalam instalasi penangkal petir adalah kabel yang memiliki luas penghantar 25-50 mm. Standarnya minimal 50 mm. Bila lebih besar penampangnya, maka kemampuan penghantarnya akan lebih baik (Misal 70 mm atau 80mm).

Sedangkan jenis kabel penangkal petir tergantung dari keadaan jalur instalasi yang dilewati, ada 3 (tiga) macam jalur kabel, yaitu:

 

OUT DOOR INSTALASI KABEL

Bila instalasi kabel penghantar diletakkan di luar bangunan dan jauh dari instalasi lain (listrik, data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni, maka kabel penangkal petir bisa menggunakan BCC minimal 25-50 mm (bare copper conductor) atau BAC (bare alumunium conductor) atau istilah pasarnya Kabel Telanjang  sudah cukup bisa digunakan. Pertimbangan menggunakan kabel penangkal petir jenis ini adalah murah. Kekurangannya yakni dari segi estetika akan kurang sekali walau bisa di siasati dengan menyelubungi dengan pipa paralon / PVC Conduit.

 

IN / OUT DOOR INSTALASI KABEL

Sedangkan bila kabel penghantar diletakkan di sisi dalam bangunan dan dihindarkan dari instalasi lain (listrik, data) ataupun jauh dari jangkauan aktifitas penghuni minimal 2 mtr, maka kabel penangkal petir bisa menggunakan NYY (double Isotated) dengan pertimbangan kabel ini sudah berisolasi dan cukup mampu menahan induksi petir ( side flashing ) walaupun sifat anti side flashingnya minimal.

Penggunaan Conduit Cable PVC di posisi yang dekat aktifitas juga sangat disarankan sebagai bentuk tambahan estetika dan keamanan.

 

INDOOR HIGH  INSTALASI KABEL

Dan bila jalur instalasi tidak bisa dihindarkan dari instalasi lain ( listrik, data, kontrol dll) atau kata lain harus berdekatan dan berjajar bersebelahan, maka kabel penangkal petir jenis HVSC (High Voltage Single Core) yang harus digunakan, karena hanya kabel inilah  yang mampu menahan tegangan yang besar kemungkinan akan menembus isolasi / induksi arus petir, atau istilahnya adalah anti side flashing. Misal kabel penghantar dipasang bersamaan di kabel trey power.

Dari beberapa kabel penangkal petir diatas, untuk down conductor instalasi penangkal petir biasanya banyak yang menggunakan kabel NYY antara 25-50mm, atau kabel BC 35mm (full) diselubungi dengan paralon. Sedangkan untuk grounding system penangkal petir (pembumian), banyak yang menggunakan kabel BC antara 35-50mm.

 790 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Incoming search terms for the article:

,jenis kabel penangkal petir,kabel penangkal petir,Jenis dan nama penangkal petir modern,jenis kabel anti petir,jenis kabel grounding,kabel penang,nama kabel penangkal petir,Ukuran jenis penampang BC,ukuran kabel bc untuk penangkal petir

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Surge Arester adalah

Sepenting apakah INTERNAL PROTECTION , Dengan Pemasangan surge arrester ?

Sangat Penting ! Sebab masih ada kemungkinan terjadi bencana kerusakan peralatan elektronik di bangunan akibat sambaran petir yang sifatnya tidak langsung ,

Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi diantaranya :

  1. Sambaran Tembus.
  2. Sambaran Rambatan.
  3. Induksi Elektromagnetik.

Sambaran Tembus

Petir ! Kenapa disebut seperti ini – Begitu besar Tegangan yang ditimbulkan dengan hasil loncatan bunga api dari langit ke bumi.

Sehingga acap kali terjadi di sebuah penghantar petir yang sudah berisolasi baguspun akan lolos tembus – tegangan petir mirip percikan api busi motor akan mengalir di permukaan isolasi kabel .

Istilah umumnya Side Flashing , perihal yang merugikan adalah sambaran tembus ini mengenai kabel penghantar listrik , tentu akan menimbulkan gangguan tegangan listrik.

Sambaran Rambatan Petir

Besar kemungkinan perihal ini terjadi , sebuah Sambaran petir mengenai obyek lain di sekitar bangunan kemudian merambat dari bagian logam satu ke bagian logam yang lain, dan akhirnya mengenai obyek vital bangunan.

Kami memiliki pengalaman kerusakan berat di konsumen kami akibat peristiwa Sambaran Rambatan , bahwa petir bisa meloncat loncat dari obyek logam di bangunan dengan jarak relatif berdekatan.

Peristiwanya seperti ini , Sebuah sambaran petir mengenai pohon mangga tetangga sebelah , dari batang pohon ini petir meloncat mengenai talang air rumah sebelah , dari sinilah petir lari kemana mana , Masuk ke dalam jaringan listrik rumah tetangga , Juga masih juga meloncat di talang air User kami , alhasil dua rumah bersebelahan terkena dampak kerusakan berat.

Tentu yang paling parah adalah rumah yang terdekat – kerusakan hampir diseluruh perangkat elektronik yang terhubung di listrik , baik yang ON / aktif ataupun OF . Sedangkan di Rumah User kami hanya di pesawat televisi yang sedang ON , sedang elektronik yang lain tidak sampai rusak.

Sambaran Elektromagnetik

Pada saat sebuah sambaran petir mencapai obyek di permukaan bumi maka sambaran ini tidak hanya melepaskan seluruh energi listrik yang terkandung di awan. efek lain dari sambaran ini adalah gangguan Elektromagnetik. Berupa efek gelombang elektromagnetik yang sangat besar sehingga untuk obyek logam yang dekat di titik sambaran akan besar kemungkinan akan bermuatan listrik .

Bisakah anda bayangkan bila kabel instalasi listrik berada di sekitar posisi Penangkal Petir , Akan sangat berbahaya bukan.

Sejauh apa titik aman nya ? Minimal 2 mtr . Lalu untuk  Struktur logam bangunan bagai mana ? besi tulangan beton dan kerangka atap kadang sangat sulit untuk di hindari , Pemasangan ground di struktur logam bangunan akan banyak mengurang efek induksi elektromagnetik ini.

Karena Sifat dari sambaran petir adalah memiliki tegangan yang sangat besar bila berhasil memasuki sebuah jaringan listrik maka akan membentuk tegangan gangguan / Noise yang bila di lihat dari osiloskop maka akan terlihat tegangan gangguan membentuk paku yang sangat besar amplitudunya

Istilah lain dari Surge adalah Tegangan listrik berbentuk paku yang bersifat merusak peralatan elektronik. Kerusakan bisa timbul karena lonjakan tegangan akan melebihi batas ambang kerja dari perangkat.

Tegangan SURGE / Paku bisa Terjadi karena 2 hal

Tegangan Surge bisa terjadi karena berbagai sebab diantaranya :

  • Putus sambung dari sebuak kontaktor yang berulang atau kerja kontaktor untuk daya besar di sebuah jaringan listrik .
  • Kontaminasi tegangan dari sebuah sambaran petir yang masuk di sistem pengkabelan bangunan, sebagamana yang kita infokan sebelum ini.

Surge Arrester

Merupakan peralatan yang di buat menyerupai kapasitor difungsikan untuk memotong dari tegangan Surge / Paku dan melepaskan tegangan lebih ke grounding.

Prinsip Kerja Arrester

Mengamankan jaringan kelistrikan dan data dari bahaya sengatan petir tanpa harus memutus jaringan sesaatpun .

Disaat ada tegangan petir yang masuk ke sebuah jaringan kabel Surge Arrester Petir akan membuang tegangan lebih akibat petir ke saluran pembuangan / grounding.

Struktur Surge Arrester

Struktur material dari Arrester terdiri dari dua buah lempeng logam yang didekatkan dengan atau tanpa material elektrikum . Untuk lempeng pertana di hubungkan ke jalur kabel yang di amankan dan lempeng kedua ke grounding tempat pelepasan tengangan lebihnya.

Jenis Surge Arrester

Berbagai jenis Surge Arrester yang biasa digunakan untuk mengamankan keperluan perangkat elektronik , diantaranya

Dari rancangan material Arrester pada dasarnya sama menjadikan kegunaan berbeda di karenakan perbedaan jenis material selanya ( elektrikum ) , Dimensi dan mutu dan kwalitas dari material katodanya.

Untuk kebutuhan arrester daya rendah semisal arrester Level 3 material katoda terbuat dari Kertas Tembaga dan akan jauh berbeda untuk arrester Level 1 , material katoda berupa Karbon Steel tahan karat . Sedang material elektrikumnya untuk Level 1  udara saja.
Material Metal Oxide Varistor / MOV acapkali dimanfaatkan untuk kebutuhan arrester menengah sampai kecil karena sifatnya yang semi isolator.

Dengan perbedaan material katoda dan elektrikum di sebuah arrester akan membuat karakteristik komponen beragam .

Kebutuhan arrester listrik membutuhkan setidaknya 2 tahap pengamanan . Level 1 dengan kategori mampu memindahkan energi yang besar ke ground dan Level 2 dengan kategori menengah.

 

Cara Kerja Arrester

Saat terjadi lonjakan tegangan di sebuah jaringan kabel maka pada sisi kutup Anoda Arrester akan melepaskan lonjakan tegangan ke arah Katoda ( terhubung ke grounding ).

Ambang batas dari seberapa besar tegangan mulai meloncat sangat tergantung dari 1. jarak kerenggangan kedua kutub anoda 2. jenis material di sela selanya.

Semakin panjang kerenggangan dari katoda makan semakin besar ambang tegangan buang nya dan begitu juga sebaliknya.

Material sela / elektrikum juga mempengaruhi , material yang seringkali di gunakan , Udara bebas , Metal Oxide varistor , keramik . Ke tiga material ini berkarakter berbeda

Simulasi Cara Kerja Arrester

 

Diagram Pemasangan Surge Arrester

Dari dua macam diagram pemasangan di samping disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

Untuk pelanggan Listrik PLN Prabayar diagram Pertama ( atas ) tidak bisa di gunakan , sebab meter PLN akan merespon Error bila ada tambahan grounding di kabel Neutral.

Diagran Pemasangan Arrester

Cara Pemasangan Surge Arrester

Pertama yang harus disiapkan adalah Tempat pelepasan tegangan lebih – Grounding, dengan nilai resistansi harus kurang dari 5 ohm.

Letakkan Arrester setelah Meter Listrik , bisa diletakkan didalam panel pembagi atau utama . Terdapat dua cara sistem pengamanan :

  1. Pengamanan Jalur Tunggal – merupakan teknik pengamanan satu kutub Phasa saja ( + )
  2. Pengamanan Jalur Ganda – Jenis pengamanan dua buah jalur kabel Phasa atau Neutral

Hubungkan secara Paralel Arrester dari kutub Phase – Ground dan Kutub Neutral – Ground

Bila sistem grounding di jaringan listrik sudah ada akan sangat menguntungkan, Sebab tiang perangkat elektronik rata rata sudah dilengkapi pengaman tegangan yang kerjanya membutuhkan grounding juga.

 

Bisakah Arrester di gantikan dengan Sekring

Sangat tidak mungkin bila fungsi pengamanan tegangan Surge digantikan dengan Sekring , sebab sekring hanya membatas kerja arus listrik bukan di besarnya tegangan listrik – Bila arus yang melewati melebihi ambang akan memutus sekring sekaligus memutuskan jaringan kabel .

Gambaran sederhana seperti ini

Bila ada muatan petir yang masuk ke jaringan kabel kelistrikan bangunan maka akan terjadi trib / putus jaringan . Kondisi ini tidak di inginkan sebab walau terjadi putus jaringan karena sifat listrik yang sampai tegangan dahulu baru arus nya , Maka kebanyakan Jebol dulu baru Trib.

Sedangkan Fungsi utama Surge Arrester adalah mengamankan jaringan listrik dari tegangan lonjakan berbentuk paku yang masuk di jaringan kabel tanpa memutus walau sesaatpun.

Sedang sifat merusak dari bahaya petir ditimbulkan karena sifat lonjakan tegangan yang besar melebihi batas ambang dari kerja perangkat elektronik yang terpasang.

 

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Harga Pasang Penangkal Petir

KAMI MENYEDIAKAN PAKET SEBAGAI BERIKUT :

1. Pasang Penangkal Petir Konvensional (3AIP)    

    Harga Paket, Rp 2.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 2 Unit Split ( Tombak ) Atas "KERUCUT"
  • 1 Unit Split ( Tombak ) Bawah "AS GROUNDING"
  • 15 Meter Kabel BC-25
  • Grounding System (Pembumian) Max,8 Meter
  • 3 Batang Pipa PVC 1/2'  
  • Free Instalasi
  • Bergaransi

2. Pasang Penangkal Petir Konvensional (4AIP)      

 Harga Paket, Rp 3.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 3 Unit Split ( Tombak ) Atas "KERUCUT"
  • 1 Unit Split ( Tombak ) Bawah "AS GROUNDING"
  • 20 Meter Kabel BC-25
  • Grounding System (Pembumian) Max,8 Meter
  • 4 Batang Pipa PVC 1/2'  
  • Free Instalasi
  • Bergaransi

 

3. Penangkal Petir Elektrostatis

A. Type R-150, Rp 7.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 1 Unit Head Terminal Radius 150 Meter "KURN"
  • Connecting Sleeve
  • Bergaransi

B. Type R-85, Rp 5.500.000,-
( dari harga paket tsb anda sudah mendapatkan ) 

  • 1 Unit Head Terminal Radius 85 Meter "KURN"
  • Connecting Sleeve
  • Bergaransi

   

 

Customer Service . 07'00 Wib s/d 20'00 Wib
HARI MINGGU / LIBUR TETAP BUKA
Melayani Pemasangan,
  • Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi
  • Tambun – Cibitung – Cikarang – Karawang
  • Cibubur – Cikeas – Ciulengsi – Jonggol
  • Cimanggis – Depok – Sawangan – Parung – Citayam
  • Bogor – Cibitung – Ciuterup – Sentul – Ciawi – Puncak
  • Cikokol – Cipondoh – Karawaci – Binong – Serpong
  • Bitung – Jatiuwung – Cikupa – Balaraja
  • Serang – Cilegon – Merak

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Pasang Penangkal Petir Rumah

PENANGKAL PETIR RUMAH

Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi bangunan dan lingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.

Pemasangan penangkal petir untuk rumah adalah memberikan saluran elektris dari atas bangunan ke tanah dengan tujuan bila ada sambaran petir yang mengenai atas bangunan maka arus petir bisa mengalir ke ground dengan baik. Standart kabel yg di gunakan adalah minimal 50 mm” ( SNI ), untuk memilih kabel di bawah 50 mm” tidak di sarankan walau kenyataan di lapangan banyak di gunakan.

 

Langkah pertama yang harus di lakukan adalah memilih jalur penurunan kabel, ada 2 hal penting dalam pemilihan jalur kabel ini. Pertama, jalur terpendek dengan pertimbangan lebih hemat dan Tahanan kabel kecil. Kedua, sesedikit mungkin belokan/tekukan agar tidak terjadi loncatan keluar jalur kabel (Site Flasing).

Pekerjaan pemasangan dimulai dari bawah / ground

 

INSTALASI PENYALUR PETIR KONVENSIONAL

Jenis instalasi penangkal petir yang lebih cocok untuk rumah tinggal  adalah jenis instalasi penangkal petir konvensional, yakni rangkaian jalur instalasi penyalur petir yang bersifat pasif menerima sambaran petir.

Ada 2 System yang di gunakan :
1. Sangkar Faraday / Faraday Cage
Penangkal Petir Sangkar Faraday adalah rangkaian jalur elektris dari bagian atas bangunan menuju tanah/grounding dengan beberapa jalur penurunan kabel, sehingga menghasilkan jalur konduktor berbentuk sangkar yang melindungi bangunan dari sambaran petir.
 
Pemanfaatan struktur logam sebuah bangunan bisa dimanfaatkan, misalnya :
- Rangka baja (H-Beam/I-WF)
- Pertulangan Beton
- Frame Alumunium

Pemanfaatan struktur logam tersebut bisa dilakukan dengan catatan harus mengarah ke bawah/tanah di hubungkan dengan unit grounding system.

2. Jalur Instalasi Tunggal / Franklin Rod

Penangkal Petir Franklin Rod adalah rangkaian jalur elektris dari atas bangunan menuju sisi bawah/tanah dengan jalur kabel tunggal, dengan cara memasang alat berupa batang tembaga dengan daerah perlindungan berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112 derajat. Agar daerah perlindungan luar maka Franklin Rod di pasang pada bangunan teratas (tinggi 1 – 3 Meter). Makin jauh dari Franklin Rod maka perlindungan akan semakin lemah pada areal tersebut.

 
Dari kedua system instalasi penangkal petir konvensional tersebut tentunya sangat di pertimbangkan mengenai standart keamanan, kualitas instalasi, biaya dan estetika menjadi titik tolak utama bagi kita untuk memilih, memakai system pengamanan sambaran petir manakah yang sesuai untuk bangunan kita.

Berikut material yang di perlukan untuk instalasi penangkal petir konvensional :

- Ujung Penerima Sambaran / Splitzer
Dudukan / Pipa penyangga
Kabel Penghantar
Grounding System
- Assesories

 

Radius proteksi instalasi penangkal petir konvensional berbeda dengan radius proteksi penangkal petir elektrostatis, hal ini di sebabkan karena instalasi penangkal petir konvensional bersifat pasif. Secara teori radius penangkal petir konvensional antara 2 Meter sampai 4 Meter atau 45 derajat dengan ketinggian splitzer 1 Meter. Maka dari itu jika luas struktur bangunan atau areal yang akan di lindungi sangat luas lebih praktis dan ekonomis dipasang penangkal petir elektrostatisTerminal petir elektrostatis dengan merk KURN memiliki radius proteksi 150 Meter.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

CARA KERJA PENANGKAL PETIR

CARA KERJA PENANGKAL PETIR

Petir adalah peristiwa alam yang sering terjadi di bumi, terjadinya seringkali mengikuti peristiwa hujan baik air atau es, peristiwa ini dimulai dengan munculnya lidah api listrik yang bercahaya terang yang terus memanjang kearah bumi dan kemudian diikuti suara yang menggelegar dan efeknya akan fatal bila mengenai mahluk hidup.

PROSES TERJADINYA PETIR
Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :

1. Proses Ionisasi
2. Proses Gesekan antar awan

a. Proses Ionisasi

PETIR terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga kejadian Ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair.

Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut PETIR

b.Gesekan antar awan

Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya , dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas.

Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi.

PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA PETIR
Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah Sambaran PETIR. dan metode yang pernah dikembangkan:
1. Penangkal Petir Kovensional / Faraday / Frangklin

Kedua ilmuan diatas Faraday dan Frangklin mengketengahkan system yang hampir sama , yakni system penyalur arus listrik yang menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding . Sedangkan system perlindunga yang dihasilkan ujung penerima / Splitzer adalah sama pada rentang 30 ~ 45 ‘ . Perbedaannya adalah system yang dikembangkan oleh Faraday bahwa Kabel penghantar terletak pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel penghantar juga berfungsi sebagai penerima sambaran, Berupa sangkar elektris atau biasa disebut sangkar Faraday.

2. Penangkal Petir RadioAktif

Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya PETIR , dan dihasilkan kesimpulan bahwa PETIR terjadi karena ada muatan listrik di awan yang dihasilkan oleh proses ionisasi , maka penggagalan proses ionisasi di lakukan dengan cara memakai Zat berradiasi misl. Radiun 226 dan Ameresium 241 , karena 2 bahan ini mampu menghamburkan ion radiasinya yang bisa menetralkan muatan listrik awan.

Sedang manfaat lain adalah hamburan ion radiasi akan menambah muatan pada Ujung Finial / Splitzer dan bila mana awan yang bermuatan besar yang tidak mampu di netralkan zat radiasi kemuadian menyambar maka akan condong mengenai penangkal petir ini.

Keberadaan penangkal petir jenis ini sudah dilarang pemakaiannya , berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi pemakaian zat beradiasi dimasyarakat.

3. Penangkal Petir Elektrostatic

Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi sebagian system penangkal petir Radioaktif , yakni menambah muatan pada ujung finial / splitzer agar PETIR selalu memilih ujung ini untuk disambar .

Perbedaan dari sisten Radioaktif dan Elektrostatik ada pada energi yang dipakai. Untuk Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada penangkal petir elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi

MEKANISME KERJA PENANGKAL PETIR KURN 

Penangkal petir KURN merupakan penangkal petir modern yang berbasis kerja E.S.E (Early Streamer Emission) Sistem ESE bekerja secara aktif dengan cara mengumpulkan ion dan melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadinya sambaran petir. Pelepasan ion ke udara secara otomatis akan membuat jalur untuk menuntun petir agar selalu memilih ujung Terminal Petir KURN ini dari pada areal sekitarnya. Dengan sistem ini akan meningkatkan areal perlindungan yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional.

Disaat ada awan mendung melintas di atas bangunan yang dilindungi antipetir/penangkal PETIR KURN. Elektroda terpasang di dalam peralatan akan mengumpulkan dan menyimpan energi dari awan yang bermuatan listrik di dalam kapasitor yang mampu diisi ulang, setelah cukup besar kemudian dikirim ke unit ION GENERATOR. Ketika banyak energi petir di atmosfer maka awan menginduksi unit ION GENERATOR. Informasi ini di olah dalam unit Ion Generator untuk di manfaatkan sebagai memicu pelepasan energi. Akibat dari pelepasan energi yang menghentak ini akan menghasilkan lidah api penuntun ke udara (Streamer Leader) melalui Batang Utama penangkal petir KURN, lidah api penuntun ini yang kemudian di sambut oleh petir

 

Proses terjadinya petir akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama adalah pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif, di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif, sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif, pada bagian inilah petir biasa berlontaran. Petir dapat terjadi antara awan dengan awan, dalam awan itu sendiri, antara awan dan udara, antara awan dengan tanah (bumi).

 

Mekanisme terjadinya sambaran petir dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Sambaran Perintis (Initial Leader)

Peralihan muatan ke tanah dimulai dengan sambaran yang menjalar ke dekat dasar daerah bermuatan negatip dengan sambaran yang menjalar kedekat dasar daerah bermuatan negatip dalam awan melalui beberapa tahapan. Tiap tahapan akan terlihat sebagai kilatan petir yang bertambah. hal ini disebabkan oleh udara yang terionisasi di ujung sambaran. sambaran perintis menuju ke tanah dengan kecepatan rata-rata 10^8 cm/detik melalui zig-zag. Sambaran ini membawa muatan negatip sepanjang lintasannya sehingga menciptakan medan magnet listrik dalam ruang antara ujung sambaran perintis dengan tanah.

2. Sambaran Balik (Return Stroke)

Pada saat sambaran perintis mencapai ketinggian tertentu dari permukaan bumi maka dimulailah sambaran bermuatan positip ke atas untuk menemui ujung sambaran perintis yang bermuatan negatip. Kilasan cahaya dari sambaran balik ini jauh lebih besar dari sambaran perintis. Sambaran balik menjalar melalui lintasan sambaran perintis yang terionisasi dengan kecepatan 3.10^9 cm/detik. Arus dari sambaran balik inilah yang menjadi arus utama petir yang berkisar 5 kA sampai 200 kA dengan nilai rata-rata arus puncak 20 kA.

 

Jika kita memperhatikan bahaya yang di akibatkan sambaran petir, maka sistem perlindungan petir harus mampu melindungi struktur bangunan atau fisik maupun melindungi peralatan dari sambaran langsung dengan di pasangnya penangkal petir eksternal (Eksternal Protection) dan sambaran tidak langsung dengan di pasangnya penangkal petir internal (Internal Protection) atau yang sering di sebur surge arrester serta pembuatan grounding system yang memadai sesuai standart yang telah di tentukan. sampai saat ini belum ada alat atau system proteksi petir yang dapat melindungi 100 % dari bahaya sambaran petir, namun usaha perlindungan mutlak dan wajib sangat di perlukan. Selama lebih dari 60 tahun pengembangan dan penelitian di laboratorium dan lapangan terus dilakukan, berdasarkan usaha tersebut suatu rancangan system proteksi petir secara terpadu telah di kembangan oleh KURN Lightning Protection “SEVEN POINT PLAN”.

Tujuan dari SEVEN POINT PLAN adalah menyiapkan sebuah perlindungan efective dan dapat di andalkan terhadap serangan petir, “Seven Point Plan tersebut meliputi :

 
1. Menangkap Petir

 

 

 

 

 

Dengan cara menyediakan system penerimaan (Air Terminal Unit) yang dapat dengan cepat menyambut sambaran arus petir, dalam hal ini mampu untuk lebih cepat dari sekelilingnya dan memproteksi secara tepat dengan memperhitungkan besaran petirTerminal Petir KURN mampu memberikan solusi sebagai alat penerima sambaran petir karena desainnya dirancang untuk digunakan khusus di daerah tropis.

2. Menyalurkan Arus Petir

Sambaran petir yang telah mengenai terminal penangkal petir sebagai alat penerima sambaran akan membawa arus yang sangat tinggi, maka dari itu harus dengan cepat disalurkan ke bumi (grounding) melalui kabel penyalur sesuai standart sehingga tidak terjadi loncatan listrik yang dapat membahayakan struktur bangunan atau membahayakan perangkat yang ada di dalam sebuah bangunan.

3. Menampung Petir

Dengan cara membuat grounding system dengan resistansi atau tahanan tanah kurang dari 5 Ohm. Hal ini agar arus petir dapat sepenuhnya diserap oleh tanah tanpa terjadinya step potensial. Bahkan dilapangan saat ini umumnya resistansi atau tahanan tanah untuk instalasi penangkal petir harus dibawah 3 Ohm.

4. Proteksi Grounding System

Selain memperhatikan resistansi atau tahanan tanah, material yang digunakan untuk pembuatan grounding juga harus diperhatikan, jangan sampai mudah korosi atau karat, terlebih lagi jika didaerah dengan dengan laut. Untuk menghindari terjadinya loncatan arus petir yang ditimbulakn adanya beda potensial tegangan maka setiap titik grounding harus dilindungi dengan cara integrasi atau bonding system.

5. Proteksi Petir Jalur Power Listrik

Proteksi terhadap jalur dari power muntak diperlukan untuk mencegah terjadinya induksi yang dapat merusah peralatan listrik dan elektronik.

6. Proteksi Petir Jalur PABX

Melindungi seluruh jaringan telepon dan signal termasuk pesawat faxsimile dan jaringan data.

7. Proteksi Petir Jalur Elektronik

Melindungi seluruh perangkat elektronik seperti CCTV, mesin dll dengan memasang surge arrester elektronik

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Grounding system penangkal petir

GROUNDING SYSTEM / PEMBUMIAN

Grounding system adalah suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk melepaskan arus petir kedalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus petir. Standart kelayakan grounding/pembumian harus bisa memiliki nilai Tahanan sebaran/Resistansi maksimal 5 Ohm (Bila di bawah 5 Ohm lebih baik). Material grounding dapat berupa batang tembaga, lempeng tembaga atau kerucut tembaga, semakin luas permukaan material grounding yang di tanam ke tanah maka resistansi akan semakin rendah atau semakin baik.

Untuk mencapai nilai grounding tersebut, tidak semua areal bisa terpenuhi, karena ada beberapa aspek yang mempengaruhinya, yaitu :

1. Kadar air, bila air tanah dangkal/penghujan maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan.

2. Mineral/Garam, kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan sebaran/resistansi karena jika tanah semakin banyak mengandung logam maka arus petir semakin mudah menghantarkan.

3. Derajat Keasaman, semakin asam PH tanah maka arus petir semakin mudah menghantarkan.

4. Tekstur tanah, untuk tanah yang bertekstur pasir dan porous akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena jenis tanah seperti ini air dan mineral akan mudah hanyut.

 

Grounding system atau pembumian dapat di buat dengan 3 bentuk, diantaranya :

1. Single Grounding

Yaitu dengan menancapkan sebuah batang logam/pasak biasanya di pasang tegak lurus masuk kedalam tanah

2. Pararel Grounding

Bila sistem single grounding masih mendapatkan hasil kurang baik, maka perlu di tambahkan material logam arus pelepas ke dalam tanah yang jarak antara batang logam/material minimal 2 Meter dan dihubungkan dengan kabel BC/BCC. Penambahan batang logam/material dapat juga di tanam mendatar dengan kedalaman tertentu, bisa mengelilingi bangunan membentuk cincin atau cakar ayam. Kedua teknik ini bisa di terapkan secara bersamaan dengan acuan tahanan sebaran/resistansi kurang dari 5 Ohm setelah pengukuran dengan Earth Tester Ground

3. Maksimun Grounding

Yaitu dengan memasukan material grounding berupa lempengan tembaga yang diikat oleh kabel BC, serta dengan pergantian tanah galian di titik grounding tersebut.

 

 

 

Alat Ukur Resistansi/Earth Tester Ground

Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui hasil dari resistansi atau tahanan grounding system pada sebuah instalasi penangkal petir yang telah terpasang. Alat ukur ini digital sehingga hasil yang di tunjukan memiliki tingkat akurasi cukup tinggi. Selain itu pihak Disnaker juga menggunakan alat ini untuk mengukur resistansi. Sehingga pengukuran oleh pihak kontraktor sama dengan hasil pengukuran pihak disnaker.

 

Bus Bar Grounding

Alat ini digunakan sebagai titik temu antara kabel penyalur petir dengan kabel grounding. Biasanya terbuat dari plat tembaga atau logam yang berfungsi sebagai konduktor, sehingga kualitas dan fungsi instalasi penangkal petir yang terpasang dapat terjamin.

 

 

Copper Butter Connector

Alat ini digunakan untuk menyambung kabel, dan biasanya kabel yang disambung pada instalasi penangkal petir Flash Vectron adalah kabel grounding sistem, karena kabel penyalur pada penangkal petir Flash Vectron tidak boleh terputus atau tidak boleh ada sambungan. Setelah kabel tersambung oleh alat ini tentunya harus diperkuat dengan isolasi sehingga daya rekat dan kualitas sambungannya dapat terjaga dengan baik. Penyambungan kabel instalasi penyalur petir konvensional umumnya menggunakan alat ini, karena pada penangkal petir konvensional jalur kabel terbuka hanya di lindungi oleh conduite dari PVC.

 

Ground Rod Drilling Head

Alat ini berfungsi untuk membantu mempercepat pembuatan grounding, dengan cara memasang di bagian bawah Copper Rod yang akan di masukkan ke dalam tanah, sehingga Copper Rod tersebut ketika didorong kedalam tanah akan cepat masuk karena bagian ujung alat ini runcing. Selain itu, alat ini juga dapat menghindari kerusakan Copper Rod ketika di pukul kedalam tanah

 

Ground Rod Drive Head

Alat ini dipasang dibagian atas Copper Rod dan berfungsi untuk menghindari kerusakan Copper Rod bagian atas yang akan di masukkan ke dalam tanah, karena disaat Copper Rod didorong ke dalam tanah dengan cara di pukul, alat pemukul tersebut tidak mengenai Copper Rod akan tetapi mengenai alat ini.

 

 

 

 

Bentonit

Dalam aplikasi grounding system atau pembumian, bentonit dipergunakan untuk membantu menurunkan nilai resistansi atau tahanan tanah. Bentonit digunakan saat pembuatan grounding jika sudah tidak ada cara lain untuk menurunkan nilai resistansi. Pada umumnya para kontraktor cenderung memiling menggunakan cara pararel grounding atau maksimum grounding untuk menurunkan resistansi.

 

 

Ground Rod Coupler

Alat ini digunakan ketika kita akan menyambung beberapa segmen copper rod yang dimasukkan kedalam tanah sehingga copper rod yang masuk kedalam tanah akan lebih panjang, misalnya ketika kita akan membuat grounding sedalam 12 meter dengan menggunakan copper rod, maka alat ini sangat diperlukan karena copper rod yang umumnya ada dipasaran paling panjang hanya 4 meter.

 

 

 

 

ARTIKEL GROUNDING SYSTEM PENANGKAL PETIR

Saat ini masih banyak orang atau beberapa kontraktor bahkan instalatir penangkal petir yang membuat grounding system dengan cara memasukan cooper rod atau tembaga asli ke dalam tanah. Hal ini tentunya sangat baik karena logam yang digunakan mengandung unsur tembaga yang lebih tinggi, terlebih lagi jika dibandingkan dengan menggunakan ground rod atau besi yang di sepuh atau di lapisi tembaga. Meskipun saat ini banyak sekali ground rod di pasaran yang lapisan tembaganya telah sesuai dengan standart SNI ( Indonesia) bahkan IEC (Internasional). Dengan banyaknya ground rod atau besi lapisan tembaga di pasaran membuktikan bahwa dalam membuat grounding system dengan menggunakan copper rod secara biaya di anggap terlalu mahal, dan para kontraktor dan ilmuwanpun mencoba membuat alternatif material dengan membuat ground rod dengan standart SNI atau IEC.

Ada teknik pembuatan grounding system yang saat ini umum digunakan, yaitu dengan cara menggunakan pipa galvanis yang kemudian di dalamnya dimasukkan kabel BC (bare cooper), teknik ini banyak dilakukan oleh kontraktor di lapangan karena selain kualitasnya baik secara hargapun dianggap lebih ekonomis. Pipa galvanis yang dimasukkan ke dalam tanah biasanya berukuran 3/4 " atau 1 " dan bare cooper yang digunakan biasanya berukuran 50 mm. Pipa galvanis dapat membantu memperlebar luas penampang material yang ditanam, sedangkan bare cooper memiliki kandungan tembaga yang lebih tinggi sekalipun dibandingkan dengan cooper rod, sehingga resistansi atau tahanan grounding penangkal petir lebih baik.

Sesuai pengalaman kami dilapangan, teknik pembuatan grounding system untuk instalasi penangkal petir di wilayah Bogor. Jika menggunakan Copper Rod sepanjang 12 meter kemudian dimasukan kedalam tanah maka resistensi atau tahanan tanahnya menunjukan hasil 7 Ohm, sedangkan jika menggunakan Pipa Galvanize di tambah BC 50 mm hasil resistensinya menunjukan 4 Ohm. Hal ini membuktikan bahwasannya teknik pembuatan grounding system dengan menggunakan Pipa Galvanize di tambah kabel BC kualitasnya jauh lebih baik di samping lebih ekonomis.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Bahaya Petir

BAHAYA DAN ANCAMAN SAMBARAN PETIR

Bahaya dan ancaman sambaran petir terus mengintai kita, rumah, kantor serta bangunan lainnya yang menjadi aset kita, apalagi seiring datangnya musim penghujan yang di sertai badai. Sudahkah aset anda tersebut dilindungi dari bahaya atau ancaman sambaran petir? Jika belum dan sebelum terlambat segera hubungi Call Centre kami di nomor 021 – 591 4000 untuk konsultasi gratis dan mencari solusi petir terbaik yang dapat melindungi kita dan aset kita. Bila anda akan mengirim data mengenai struktur bangunan atau areal yang akan di lindungi silahkan isi menu penawaran pada website ini.

 

BAHAYA INDUKSI ARUS PETIR

Selain petir dapat menyambar sebuah bangunan yang telah di lengkapi anti petir/penangkal petir konvensional maupun elektrostatis, petir juga dapat menyambar melalui jaringan listrik PLN yang kabelnya terbentang di luar dan terbuka. Umumnya jaringan listrik terbuka seperti ini masih di pergunakan di beberapa negara termasuk Indonesia. Arus petir yang merusak perangkat panel listrik bukan di sebabkan oleh sambaran petir yang menyambar langsung ke bangunan yang telah di pasang penangkal petir atau anti petir melainkan sambaran petir mengenai jaringan listrik PLN sehingga arus petir ini masuk ke bangunan mengikuti kabel listrik dan merusak panel listrik tersebut.

Jadi biasanya sambaran petir mengenai sesuatu yang jauh dari bangunan yang telah terpasang instalasi penangkal petir baik instalasi penangkal petir konvensional maupun penangkal petir elektrostatis, hal ini sudah biasa terjadi karena kabel distribusi PLN memakai kabel distribusi terbuka dan letaknya tinggi, seperti yang terpasang pada jaringan listrik tegangan tinggi di Indonesia

Untuk penanganan agar peristiwa ini tidak terjadi maka perlu sekali jaringan listrik pada sebuah bangunan di lengkapi dengan perangkat Surge Arrester (Pelepas tegangan lebih/over voltage). Jenis dan merk Surge Arrester ini banyak sekali tersedia di pasaran umum, yang jelas pemasangan arrester harus di hubungkan dengan grounding ke bumi.

 

MEKANISME INDUKSI PETIR

Mekanisme induksi karena secara tidak langsung sambaran petir menyebabkan kenaikan potensial pada peralatan elektronik, hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor di bawah ini :

1. Kopling Resistif

Ketika permukaan struktur bangunan terkena sambaran petir, arus petir yang mengalir kedalam tanah membangkitkan tegangan yang bisa mencapai ribuan volt diantara tegangan supply 220 V, jaringan data dan pentanahan. Hal ini menyebabkan sebagian arus mengalir pada bagian penghantar luar misalnya kabel yang terhubung dengan bangunan dan terus menuju ke grounding.

2. Kopling Induktif

Arus petir mengalir dalam suatu penghantar akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini akan berhubungan dengan penghantar lainnya sehingga menyebabkan terjadinya loop tegangan dengan nilai tegangan yang cukup tinggi.

3. Kopling Kapasitif

Saluran petir dekat sambaran petir dapat menyebabkan medan kapasitif yang tinggi pada peralatan penghantar seperti suatu kapasitor yang sangat besar dengan udara sebagai dielektriknya. Melalui cara ini terjadi kenaikan tegangan tinggi pada kabel meskipun struktur bangunan tidak terkena sambaran langsung.

 

SURGE ARRESTER LISTRIK

Tegangan Surge atau Surja secara teknis disebut Spike (Tegangan Paku) atau Transien, biasanya terjadi pada jaringan listrik suatu bangunan, yaitu berupa kenaikan tegangan sangat cepat dengan panjang gelombang pendek. Tegangan Surge dapat disebabkan oleh arus petir atau oleh yang lain misal Switching (On -Of) kontaktor, pemutus tenaga atau switching capasitor. Tegangan Surge tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik dan peralatan listrik karena tegangan surge ini dapat menembus isolasi yang jauh di luar batas kemampuan isolasi peralatan atau akan memberikan tegangan kejut pada komponen sensitif di perangkat elektronik.

Tegangan Surge Petir sangat sering mengakibatkan kerusakan fatal karena tegangan paku (Volt) tinggi sekali. Tingginya tegangan paku ini disebabkan karena terjadinya sambaran petir, baik secara langsung maupun tidak langsung pada jaringan kabel listrik di dalam suatu bangunan. Dengan di pasangnya Arrester Listrik Petir hal ini bisa dihindari.

Penahan Surja Arrester atau umumnya disebut Surge Arrester di berfungsi untuk membelokan tegangan paku dengan menggunakan komponen atau perangkat Metal Oxyde Vasitor (MOV). Komponen MOV bekerja dengan prinsip kerja mirip dengan Kapasitor Nonpolar tetapi tanpa penyimpanan muatan listrik di MOV tersebut. Jadi jika ada tegangan masuk yang melebihi batas MOV maka tegangan listrik ini akan di buang ke grounding melalui salah satu kutup MOV. Dengan sistem kerja Surge Arrester tersebut maka perangkat ini akan memberikan pengamanan terhadap peralatan elektronik akibat tegangan kejut atau induksi petir.

Menyangkut kapasitas kemampuan perangkat surge arrester listrik petir, satuan yang dipakai adalah I (Ampere). Maksimal besar arus yang bisa di belokkan ke grounding di singkat Imak (Ampere Maksimal) dalam satuan kA. Jadi semakin besar nilai Imak maka akan semakin besar arus yang dapat di belokkan ke grounding. Tetapi konsekuensinya yaitu Imak berbanding terbalik dengan tingkat sensitif surge arrester.

Bila Imak besar maka tegangan yang masih bisa masuk/tembus ke jaringan listrik juga besar, sebagai simulasi …

"Sebuah surge arrester listrik dengan Imak = 20kA maka tegangan masih bisa masuk sebesar 500 Volt … bila dibesarkan menjadi Imak = 40kA maka tegangan yang masuk bisa menjadi 600 Volt atau semakin besar". Begitulah gambaran sederhananya.

Solusinya adalah dengan pemasangan surge arrester listrik petir berlapis, dengan maksud bila ada tegangan yang berhasil tembus di surge arrester tahap I akan bisa di hadang oleh surge arrester tahap II. Dengan gambaran mudah sebagaimana pemecah gelombang di pantai. Pemasangan instalasi surge arrester berlapis tentunya harus disesuaikan dengan keperluan dari suatu bangunan tersebut dan harus mempertimbangkan biaya.

 

SNI SISTEM PROTEKSI SURGE ARRESTER 2006

Surge arrester sedapat mungkin dipasang di dekat titik masuk instalasi pada struktur bangunan dan harus di upayakan ditempatkan bersama didalam PHB utama. Arrester harus dihubungkan dengan grounding melalui konduktor (kabel penyalur) yang jalur kabelnya sependek mungkin. Akan lebih baik jika grounding arrester di gabungkan dengan grounding instalasi listrik. Penggabungan grounding ini sangat dianjurkan dengan menggunakan Ikatan Penyama Potensial (IPP) yang menuju grounding. Instalasi surge arrester harus dipasang di tempat yang tidak akan menjadi elemen pemicu kebakaran.

Berbagai kemungkinan penempatan dalam pemasangan surge arrester untuk sistem TN, TT dan berlaku prinsip yang disampaikan sebelumnya. Penempatan surge arrester pada instalasi konsumen yang dipadukan dengan gawai proteksi arus lebih (GPAL) ada juga yang menempatkan surge arrester yang dipadukan dengan gawai proteksi arus sisa.

 

BAHAYA AKIBAT SAMBARAN PETIR

1. Sambaran Petir Langsung Melalui Bangunan

Sambaran petir yang langsung mengenai struktur bangunan rumah, kantor dan gedung, tentu saja hal ini sangat membahayakan bangunan tersebut beserta seluruh isinya karena dapat menimbulkan kebakaran, kerusakan perangkat elektrik/elektronik atau bahkan korban jiwa. Maka dari itu setiap bangunan di wajibkan memasang instalasi penangkal petir. Cara penanganannya adalah dengan cara memasang terminal penerima sambaran petir serta instalasi pendukung lainnya yang sesuai dengan standart yang telah di tentukan. Terlebih lagi jika sambaran petir langsung mengenai manusia, maka dapat berakibat luka atau cacat bahkan dapat menimbulkan kematian. Banyak sekali peristiwa sambaran petir langsung yang mengenai manusia dan biasanya terjadi di areal terbuka.

 

2. Sambaran Petir Melalui Jaringan Listrik

Bahaya sambaran ini sering terjadi, petir menyambar dan mengenai  sesuatu di luar area bangunan tetapi berdampak pada jaringan listrik di dalam bangunan tersebut, hal ini karena sistem jaringan distribusi listrik/PLN memakai kabel udara terbuka dan letaknya sangat tinggi, bilamana ada petir yang menyambar pada kabel terbuka ini maka arus petir akan tersalurkan ke pemakai langsung. Cara penanganannya adalah dengan cara memasang perangkat arrester sebagai pengaman tegangan lebih (over voltage). Instalasi surge arrester listrik ini dipasang harus dilengkapi dengan grounding system

 

3. Sambaran Petir Melalui Jaringan Telekomunikasi

Bahaya sambaran petir jenis ini hampir serupa dengan yang ke-2 akan tetapi berdampak pada perangkat telekomunikasi, misalnya telepon dan PABX. Penanganannya dengan cara pemasangan arrester khusus untuk jaringan PABX yang di hubungkan dengan grounding. Bila bangunan yang akan di lindungi mempunyai jaringan internet yang koneksinya melalui jaringan telepon maka alat ini juga dapat melindungi jaringan internet tersebut.

 

Pengamanan terhadap suatu bangunan atau objek dari sambaran petir pada prinsipnya adalah sebagai penyedia sarana untuk menghantarkan arus petir yang mengarah ke bangunan yang akan kita lindungi tanpa melalui struktur bangunan yang bukan merupakan bagian dari sistem proteksi petir atau instalasi penangkal petir, tentunya harus sesuai dengan standart pemasangan instalasinya.

Ada 2 jenis kerusakan yang di sebabkan sambaran petir, yaitu :

1. Kerusakan Thermis, kerusakan yang menyebabkan timbulnya kebakaran.

2. Kerusakan Mekanis, kerusakan yang menyebabkan struktur bangunan retak, rusaknya peralatan elektronik bahkan menyebabkan kematian.

 

EFEK SAMBARAN PETIR

1. Efek Listrik

Ketika arus petir melalui kabel penyalur (konduktor) menuju resistansi elektroda bumi instalasi penangkal petir, akan menimbulkan tegangan jatuh resistif, yang dapat dengan segera menaikan tegangan sistem proteksi kesuatu nilai yang tinggi dibanding dengan tegangan bumi. Arus petir ini juga menimbulkan gradien tegangan yang tinggi disekitar elektroda bumi, yang sangat berbahaya bagi makluk hidup. Dengan cara yang sama induktansi sistem proteksi harus pula diperhatikan karena kecuraman muka gelombang pulsa petir. Dengan demikian tegangan jatuh pada sistem proteksi petir adalah jumlah aritmatik komponen tegangan resistif dan induktif

2. Efek Tegangan Tembus – Samping

Titik sambaran petir pada sistem proteksi petir bisa memiliki tegangan yang lebih tinggi terhadap unsur logam didekatnya. Maka dari itu akan dapat menimbulkan resiko tegangan tembus dari sistem proteksi petir yang telah terpasang menuju struktur logam lain. Jika tegangan tembus ini terjadi maka sebagian arus petir akan merambat melalui bagian internal struktur logam seperti pipa besi dan kawat. Tegangan tembus ini dapat menyebabkan resiko yang sangat berbahaya bagi isi dan kerangka struktur bangunan yang akan dilindungi

3. Efek Termal

Dalam kaitannya dengan sistem proteksi petir, efek termal pelepasan muatan petir adalah terbatas pada kenaikan temperatur konduktor yang dilalui arus petir. Walaupun arusnya besar, waktunya adalah sangat singkat dan pengaruhnya pada sistem proteksi petir biasanya diabaikan. Pada umumnya luas penampang konduktor instalasi penangkal petir dipilih terutama umtuk memenuhi persyaratan kualitas mekanis, yang berarti sudah cukup besar untuk membatasi kenaikan temperatur 1 derajat celcius

4. Efek Mekanis

Apabila arus petir melalui kabel penyalur pararel (konduktor) yang berdekatan atau pada konduktor dengan tekukan yang tajam akan menimbulkan gaya mekanis yang cukup besar, oleh karena itu diperlukan ikatan mekanis yang cukup kuat. Efek mekanis lain ditimbulkan oleh sambaran petir yang disebabkan kenaikan temeratur udara yang tiba-tiba mencapai 30.000 K dan menyebabkan ledakkan pemuaian udara disekitar jalur muatan bergerak. Hal ini dikarenakan jika konduktifitas logam diganti dengan konduktifitas busur api listrik, enegi yang timbul akan meningkatkan sekitar ratusan kali dan energi ini dapat menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan yang dilindungi

5. Efek Kebakaran Karena Sambaran Langsung

Ada dua penyebab utama kebakaran bahan yang mudah terbakar karena sambaran petir, pertama akibat sambaran langsung pada fasilitas tempat penyimpanan bahan yang mudah terbakar. Bahan yang mudah terbakar ini mungkin terpengaruh langsung oleh efek pemanasan sambaran atau jalur sambaran petir. Kedua efek sekunder, penyebab utama kebakaran minyak. Terdiri dari muatan terkurung, pulsa elektrostatis dan elektromagnetik dan arus tanah

6. Efek Muatan Terjebak

Muatan statis ini di induksikan oleh badai awan sebagai kebalikan dari proses pemuatan lain. Jika proses netralisasi muatan berakhir dan jalur sambaran sudah netral kembali, muatan terjebak akan tertinggal pada benda yang terisolir dari kontak langsung secara listrik dengan bumi, dan pada bahan bukan konduktor seperti bahan yang mudah terbakar. Bahan bukan konduktor tidak dapat memindahkan muatan dalam waktu singkat ketika terdapat jalur sambaran

 

Penangkal petir KURN adalah terminal petir unggulan jenis elektrostatik yang di desain khusus untuk daerah tropis mampu memberikan solusi petir terbaik khususnya di Indonesia. Selain sudah melewati uji laboratorium PLN dan laboratorium tegangan tinggi di lembaga terkait, penangkal petir KURN juga telah di uji langsung di lapangan yang rawan akan sambaran petir.

 

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Tiang Penyangga Penangkal Petir

TIANG PENYANGGA

Tiang/penyangga ini merupakan pipa penegak yang fungsinya untuk menaikkan posisi head terminal penangkal petir elektrostatis agar mendapatkan level yang tinggi, sedangkan level ketinggian penangkal petir sangat berarti untuk mendapatkan radius perlindungan tertentu, ada banyak macam jenis kontruksi untuk tiang penyangga penangkal petir ini diantaranya :

 

Instalasi penangkal petir di atas bangunan seperti ini dipasang pada lantai bangunan tertinggi atau pada dak bangunan tersebut, konstruksi tiang harus memakai plat logam atau sejenisnya yang berfungsi sebagai dudukan atau pondasinya tiang penyangga, plat tersebut biasanya menggunakan ukuran 40 cm x 40 cm, kemudian setiap sudutnya di lubangi untuk baut pondasi. Jika tiang penyangga dipasang pada ketinggian lebih dari 25 meter atau pada bangunan yang tingginya melebihi 5 lantai harus menggunakan kawat sling sebagai material bantu yang berfungsi untuk menjaga kekuatan tiang penyangga tersebut. Instalasi penangkal petir seperti ini biasanya pada perkantoran atau gedung.

 

 

Instalasi penangkal petir di atas bangunan yang menggunakan atap baja ringan atau besi WF maka konstruksi tiang penyangga penangkal petir di klem pada struktur logam tersebut dan menggunakan klem khusus. Biasanya dalam pemasangan instalasi seperti ini kita harus sedikit membuat lubang pada atap bangunan untuk mendirikan tiang penyangga tetapi jangan khawatir karena setelah tiang penyangga penangkal petir berdiri pada titik yang telah di tentukan kita tutup kembali bahkan menggunakan alat atau material anti bocor. Instalassi penangkal petir seperti ini biasanya pada pabrik atau gudang.

 

 

 

Instalasi penangkal petir seperti ini biasa di sebut tiang tunggal atau Mono Pole Free Standing. konstruksi tiang penyangga penangkal petir seperti ini merupakan konstruksi paling tinggi. Tiang penyangga tersebut berdiri independent tanpa bersinggungan dengan struktur bangunan yang akan di lindungi. Biasanya Tiang tersebut di pasang dengan tinggi 20 Meter menggunakan Pipa galvanize ukuran 6", 5", 4,", 3", 2" seperti antena. kontruksi penangkal petir seperti ini biasanya pada areal terbuka atau kawasan industri.

 

 

Instalasi penangkal petir di atas tower threeangle sangat banyak di gunakan orang, hal ini di karenakan tower tersebut merupakan bagian tertinggi dari struktur bangunan yang akan di proteksi. Meskipun tinggi bangunan misalnya 15 meter tapi kalau di sekitar bangunan tersebut terdapat tower threeangle yang tingginya melebihi tinggi bangunan maka sebaiknya terminal petir di pasang di atas tower tersebut, karena pada prinsipnya petir selalu menyambar bagian tertinggi. Umumnya tower threeangle tersebut dibuat sebagai perangkat penunjang komunikasi sebuah perusahaan. Konstruksi penangkal petir yang dipasang tinggal menambhakan tiang penyangga beberapa meter saja sebagai dudukan terminal petir.

 

 

Instalasi penangkal petir dengan konstruksi seperti ini mirip dengan di atas tower threeangle, bedanya hanya pada struktur tower yang lebih besar, sementara cara mendirikan tiang penyangga penangkal petirnya sama.

 

 

 

 

 

Material dan Alat Bantu serta Assesories :

1. Obstruction Light

Obstruction Lamp atau lampu indikator berasal dari Eropa dan Amerika Serikat pada awal tahun 1920-an, ketika mulai dioperasikan penerbangan pada malam hari, lampu ini harus dinyalakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan udara. Biasanya instalasi penangkal petir yang menggunakan lampu ini jika pemasangan di atas bangunan yang tinggunya di atas 25 meter atau lebih dari 5 tingkat, sesuai dengan standar yang telah di tentukan pihak disnaker.

 

 

2. Klem Bintang

Klem bintang biasanya di pasang dengan tujuan untuk mengaitkan bentangan kawat sling sebagai penguat kedudukan atau posisi tiang penyangga. Alat ini dipasang menyesuaikan dengan ukuran pipa penyangganya, klem bintang disarankan dipasang agar estetika dan kualitas fungsi instalasi penangkal petir terjamin.

 

3. Klem U Bolt

Klem ini di pasang biasanya pada kontruksi tiang penyangga penangkal petir yang menempel pada struktur tower misalnya tower three angle atau tower BTS. Klem ini mampu mencengkram pipa sebagai tiang penyangga terminal petir Flash Vectron, sehingga kualitas instalasinya dan kontruksinya dapat terjamin dengan waktu yang cukup lama.

 

4. Klem Sling

Klem ini dipasang pada bentangan kawat sling dengan tujuan agar kawat sling yang terbentang dapat terkait dengan baik sehingga estetika dan kualitas instalasi penangkal petir yang terpasang dapat terjamin terjamin tahan lama.

 

 

5. Takel / Katrol

Alat ini dipakai ketika akan mendirikan tiang penyangga penangkal petir yang konstruksinya Molo Pole Free standing (Tiang Tunggal). Biasanya tinggi tiang penyangga 20 Meter sampai 25 Meter. Alat ini dipakai untuk menaikkan pipa, baik dengan teknik fabrikasi di bawah (las dibawah) atau fabrikasi di atas yang lebih dikenal dengan system antena (las di atas). Takel ini daya angkatnya mencapai 2 Ton sampai dengan 3 Ton.

 

6. Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam ini terbuat dari besi beton yang di las berbentuk segi empat, ukurannya disesuaikan dengan luang pondasi yang telah digali. Biasanya ukuran cakar ayam untuk pondasi tiang penyangga penangkal petir 150 cm x 150 cm x 50 cm. Dan bagian tengahnya sebagai dudukan pipa berukuran 2 Meter. Setelah rangkaian cakar ayam ini dimasukan ke lubang galian maka tinggal memasukan adukan yang terdiri dari pasir, koral dan semen.

 

7. Plendes / Bus Plat

Alat ini digunakan pada konstruksi tiang penyangga penangkal petir di atas dak, biasanya dak tersebut di cor menjadi lantai tertinggi suatu bangunan, sehingga harus di siapkan dudukan sebagai posisi tiang penyangga penangkal petir. Alat ini terbuat dari plat logam/besi dengan ketebalan tertentu.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Kabel Untuk Penangkal Petir

KABEL PENANGKAL PETIR

Secara umum kabel penyalur yang dibutuhkan dalam instalasi penangkal petir adalah kabel yang memiliki luas penghantar 50 mm (minimal), bila lebih besar kemampuan penghantarnya akan lebih baik, sedangkan jenis kabel tergantung dari keadaan jalur instalasi yang dilewati. Banyak sekali kita lihat di lapangan yang masih menggunakan kabel penghantar penangkal petir yang tidak sesuai dengan ketentuan standart. Bila jalur kabel instalasi penangkal petir menempel di struktur bangunan atau tower maka harus menggunakan conduite, biasanya menggunakan pipa PVC.

 

A. OUT DOOR INSTALASI

Bila instalasi kabel penghantar penangkal petir diletakkan di luar bangunan dan jauh dari instalasi lain (listrik,data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni maka kabel bisa menggunakan kabel BCC minimal 50 mm (bare copper conductor) dengan pertimbangan Murah

 

B. IN / OUT DOOR INSTALASI

Sedangkan bila kabel penghantar anti petir diletakkan di dalam bangunan dan bisa jauh dari instalasi lain (listrik,data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni maka kabel bisa menggunakan NYY minimal 50 mm atau NYY 70 mm dengan pertimbangan kabel ini cukup mampu menahan induksi petir

Kabel NYA sama percis dengan kabel NYY, yang membendakan yaitu kalau kabel NYY memiliki dua isolator atau dua lapisan pembungkus tembaga, sedangkan NYA satu lapisan pembungkus atau satu isolator

 

C. INDOOR HIGH  INSTALASI

Dan bila jalur instalasi tidak bisa dihindarkan dari instalasi lain (listrik, data, kontrol dll) maka kabel jenis HVSC (High Voltage Single Core) yang harus digunakan karena hanya kabel ini yang mampu menahan tegangan tembus/induksi (inception voltagearus petir, misalnya kabel Coaxial dan N2XSY ukuran 2 x 35 mm.

 

 

 

 

 

Kabel untuk Instalasi Surge Arrester

Kabel NYAF 16 mm biasanya di gunakan dalam pemasangan instalasi internal protection (Surge Arrester Listrik), karena selain lentur kabel ini juga memiliki isolator atau pembungkus tembaga, tidak seperti kabel BC. Bahkan pemasangannya pun sangat dianjurkan memakai conduite. Dalam hal pemasangannya harus disambungkan dengan kabel grounding yang biasanya menggunakan kabel BC 50 mm atau dihubungkan langsung dengan Ground Rod.

 

Dalam pemasangan instalasi internal protection (Surge Arrester PABX) biasa menggunakan kabel telepon biasa, umumnya jenis kabel yang digunakan adalah coaxial yang ukurannya kecil. Hal ini tentunya disesuaikan dengan penggunaaan kabel instalasi perangkat PABX nya. Jika telah dipasang kabel tersebut tetap harus dihubungkan dengan grounding system agar secara fungsi instalasinya dapat maksimal.

 

 

Material Bantu

Material bantu yang berkaitan dengan pemasangan instalasi penangkal petir dalam pemasangan jalur kabel bertujuan untuk memaksimalkan kualitas instalasi dan estikanya. banyak sekali kontraktor atau perusahaaan instalatir yang kurang memperhatikan material bantu tersebut. Padahal material bantu dalam suatu instalasi penangkal petir sangat menentukan hasil akhir sebuah pekerjaan pemasangan instalasi penangkal petir di suatu struktur bangunan atau areal pemasangan.

Beberapa material bantu dalam pemasangan jalur kabel instalasi penangkal petir :

1. Skun Cable

Material ini berfungsi untuk menyambungkan antara kabel penyalur penangkal petir dengan kabel grounding system. Biasanya dipasang didalam bok kontrol yang mana bok kontrol tersebut dibuat untuk mempermudah kita dalam hal perawatan instalasi penangkal petir yang telah terpasang, atau ketika kita akan mengukur resistansi grounding system tentunya harus di buka dulu titik penyambungannya (Skun Cable) agar kita dapat mendapatkan hasil pengukuran resistansi grounding yang akurat. Selain itu Skun Kabel juga dipasang antara terminal penangkal petir dengan kabel penyalur.

 

2. Conduite

Material ini berfungsi untuk membantu mengurangi dampak induksi yang terjadi pada instalasi penangkal petir yang telah terpasang. Biasanya conduite tersebut menggunakan pipa paralon (PVC) yang ukurannya di sesuaikan dengan ukuran kabel yang di gunakan sebagai kabel penyalurnya.

 

 

3. Klem Kuku Macam

Material ini digunakan untuk menyambung antara kabel grounding dari titik satu dengan titik yang lainnya (Pararel Grounding). Alat ini terbuat dari tembaga atau logam sehingga dapat berfungsi sebagai konduktor juga sehingga dapat meningkatkan kualitas instalasi.

 

 

5. Klem Cincin

Material bantu ini berfungsi sebagai alat penyambung antara kabel penyalur dengan grounding dengan menggunakan Copper Rod atau tembaga berbentuk tongkat (stick), sehingga kualitas dari sambungan instalasi tersebut dapat terjamin kualitasnya.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Grounding system penangkal petir

GROUNDING SYSTEM / PEMBUMIAN

Grounding system adalah suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk melepaskan arus petir kedalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus petir. Standart kelayakan grounding/pembumian harus bisa memiliki nilai Tahanan sebaran/Resistansi maksimal 5 Ohm (Bila di bawah 5 Ohm lebih baik). Material grounding dapat berupa batang tembaga, lempeng tembaga atau kerucut tembaga, semakin luas permukaan material grounding yang di tanam ke tanah maka resistansi akan semakin rendah atau semakin baik.

Untuk mencapai nilai grounding tersebut, tidak semua areal bisa terpenuhi, karena ada beberapa aspek yang mempengaruhinya, yaitu :

1. Kadar air, bila air tanah dangkal/penghujan maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan.

2. Mineral/Garam, kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan sebaran/resistansi karena jika tanah semakin banyak mengandung logam maka arus petir semakin mudah menghantarkan.

3. Derajat Keasaman, semakin asam PH tanah maka arus petir semakin mudah menghantarkan.

4. Tekstur tanah, untuk tanah yang bertekstur pasir dan porous akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena jenis tanah seperti ini air dan mineral akan mudah hanyut.

 

Grounding system atau pembumian dapat di buat dengan 3 bentuk, diantaranya :

1. Single Grounding

Yaitu dengan menancapkan sebuah batang logam/pasak biasanya di pasang tegak lurus masuk kedalam tanah

2. Pararel Grounding

Bila sistem single grounding masih mendapatkan hasil kurang baik, maka perlu di tambahkan material logam arus pelepas ke dalam tanah yang jarak antara batang logam/material minimal 2 Meter dan dihubungkan dengan kabel BC/BCC. Penambahan batang logam/material dapat juga di tanam mendatar dengan kedalaman tertentu, bisa mengelilingi bangunan membentuk cincin atau cakar ayam. Kedua teknik ini bisa di terapkan secara bersamaan dengan acuan tahanan sebaran/resistansi kurang dari 5 Ohm setelah pengukuran dengan Earth Tester Ground

3. Maksimun Grounding

Yaitu dengan memasukan material grounding berupa lempengan tembaga yang diikat oleh kabel BC, serta dengan pergantian tanah galian di titik grounding tersebut.

 

 

 

Alat Ukur Resistansi/Earth Tester Ground

Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui hasil dari resistansi atau tahanan grounding system pada sebuah instalasi penangkal petir yang telah terpasang. Alat ukur ini digital sehingga hasil yang di tunjukan memiliki tingkat akurasi cukup tinggi. Selain itu pihak Disnaker juga menggunakan alat ini untuk mengukur resistansi. Sehingga pengukuran oleh pihak kontraktor sama dengan hasil pengukuran pihak disnaker.

 

Bus Bar Grounding

Alat ini digunakan sebagai titik temu antara kabel penyalur petir dengan kabel grounding. Biasanya terbuat dari plat tembaga atau logam yang berfungsi sebagai konduktor, sehingga kualitas dan fungsi instalasi penangkal petir yang terpasang dapat terjamin.

 

 

Copper Butter Connector

Alat ini digunakan untuk menyambung kabel, dan biasanya kabel yang disambung pada instalasi penangkal petir Flash Vectron adalah kabel grounding sistem, karena kabel penyalur pada penangkal petir Flash Vectron tidak boleh terputus atau tidak boleh ada sambungan. Setelah kabel tersambung oleh alat ini tentunya harus diperkuat dengan isolasi sehingga daya rekat dan kualitas sambungannya dapat terjaga dengan baik. Penyambungan kabel instalasi penyalur petir konvensional umumnya menggunakan alat ini, karena pada penangkal petir konvensional jalur kabel terbuka hanya di lindungi oleh conduite dari PVC.

 

Ground Rod Drilling Head

Alat ini berfungsi untuk membantu mempercepat pembuatan grounding, dengan cara memasang di bagian bawah Copper Rod yang akan di masukkan ke dalam tanah, sehingga Copper Rod tersebut ketika didorong kedalam tanah akan cepat masuk karena bagian ujung alat ini runcing. Selain itu, alat ini juga dapat menghindari kerusakan Copper Rod ketika di pukul kedalam tanah

 

Ground Rod Drive Head

Alat ini dipasang dibagian atas Copper Rod dan berfungsi untuk menghindari kerusakan Copper Rod bagian atas yang akan di masukkan ke dalam tanah, karena disaat Copper Rod didorong ke dalam tanah dengan cara di pukul, alat pemukul tersebut tidak mengenai Copper Rod akan tetapi mengenai alat ini.

 

 

 

 

Bentonit

Dalam aplikasi grounding system atau pembumian, bentonit dipergunakan untuk membantu menurunkan nilai resistansi atau tahanan tanah. Bentonit digunakan saat pembuatan grounding jika sudah tidak ada cara lain untuk menurunkan nilai resistansi. Pada umumnya para kontraktor cenderung memiling menggunakan cara pararel grounding atau maksimum grounding untuk menurunkan resistansi.

 

 

Ground Rod Coupler

Alat ini digunakan ketika kita akan menyambung beberapa segmen copper rod yang dimasukkan kedalam tanah sehingga copper rod yang masuk kedalam tanah akan lebih panjang, misalnya ketika kita akan membuat grounding sedalam 12 meter dengan menggunakan copper rod, maka alat ini sangat diperlukan karena copper rod yang umumnya ada dipasaran paling panjang hanya 4 meter.

 

 

 

 

 

 

ARTIKEL GROUNDING SYSTEM PENANGKAL PETIR

Saat ini masih banyak orang atau beberapa kontraktor bahkan instalatir penangkal petir yang membuat grounding system dengan cara memasukan cooper rod atau tembaga asli ke dalam tanah. Hal ini tentunya sangat baik karena logam yang digunakan mengandung unsur tembaga yang lebih tinggi, terlebih lagi jika dibandingkan dengan menggunakan ground rod atau besi yang di sepuh atau di lapisi tembaga. Meskipun saat ini banyak sekali ground rod di pasaran yang lapisan tembaganya telah sesuai dengan standart SNI ( Indonesia) bahkan IEC (Internasional). Dengan banyaknya ground rod atau besi lapisan tembaga di pasaran membuktikan bahwa dalam membuat grounding system dengan menggunakan copper rod secara biaya di anggap terlalu mahal, dan para kontraktor dan ilmuwanpun mencoba membuat alternatif material dengan membuat ground rod dengan standart SNI atau IEC.

Ada teknik pembuatan grounding system yang saat ini umum digunakan, yaitu dengan cara menggunakan pipa galvanis yang kemudian di dalamnya dimasukkan kabel BC (bare cooper), teknik ini banyak dilakukan oleh kontraktor di lapangan karena selain kualitasnya baik secara hargapun dianggap lebih ekonomis. Pipa galvanis yang dimasukkan ke dalam tanah biasanya berukuran 3/4 " atau 1 " dan bare cooper yang digunakan biasanya berukuran 50 mm. Pipa galvanis dapat membantu memperlebar luas penampang material yang ditanam, sedangkan bare cooper memiliki kandungan tembaga yang lebih tinggi sekalipun dibandingkan dengan cooper rod, sehingga resistansi atau tahanan grounding penangkal petir lebih baik.

Sesuai pengalaman kami dilapangan, teknik pembuatan grounding system untuk instalasi penangkal petir di wilayah Bogor. Jika menggunakan Copper Rod sepanjang 12 meter kemudian dimasukan kedalam tanah maka resistensi atau tahanan tanahnya menunjukan hasil 7 Ohm, sedangkan jika menggunakan Pipa Galvanize di tambah BC 50 mm hasil resistensinya menunjukan 4 Ohm. Hal ini membuktikan bahwasannya teknik pembuatan grounding system dengan menggunakan Pipa Galvanize di tambah kabel BC kualitasnya jauh lebih baik di samping lebih ekonomis.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Powered by WordPress | Designed by: diet | Thanks to lasik, online colleges and seo